Senin, 08 Oktober 2012

pasangan? wanita-pria? lalu bagaimana dengan wanita-wanita atau pria-pria? pasangan juga kah?

saat dulu gue masih jadi anak sekolah,gue sering denger yg namanya "pecinta sesama jenis" ,oke seperti lesbian atau homo.
gue fikir itu fiktif atau cuma di luar negeri aja,tapi ternyata ,saat gue jajakin bangku kuliah ternyata itu ada.
its real.

ternyata bener kata orang kalo mau masuk psikologi ya harus kuat mental,bukan cuma omongan besar tp mental begitu terpenting.
lu tau? saat di sekitar lu ada seorang yang .
maaf "pecinta sesama jenis" lesbi begitu?
haruskah dipandang sebelah mata?
oke menurut pandangan orang awam itu salah.
dalam agamapun dijelaskan bahwa pasangan wanita ya pria begitupun sebaliknya.
lalu bagaimana dengan ini? wanita dengan wanita ? serta pria dengan pria?
oke secara agama yang gue anut ini jelas ,bahwa ini penyimpangan dan keluar dari ajaran..
lalu gmna pandangan kita? sebagai calon psikolog?haruskah juga menatap org yang memiliki sedikit perbedaan ini lalu kita pandang dia sebelah mata?

oke,disini gue sebagai makhluk ciptaan Sang Maha Kuasa ,gue bisa bilang bahwa pecinta sesama itu salah tapi sebagaimana gue seorang mahasiswi psikologi juga bsa membenarkan tentang ini.
mengapa? karena hidup itu pilihan.
bahwa halnya sama dengan kita hidup untuk memilih senang atau sedih,begitupun para pecinta sesama.

jelas memang bahwa itu melanggar kodrat?
tapi mau bagaimana lagi?
kita hidup dalam dunia nyata dan ini real ?
semua yang tak mungkin bisa menjadi mungkin bukan.?

lalu sekarang?
apa yang harus kita lakukan sebagai calon penerus bangsa yang baik dan berbudi?


Tidak ada komentar:

Posting Komentar