Minggu, 30 November 2014

Ini sahabat saya

Ini sahabat saya
Hampir 15tahun bersama
Biasanya tak pernah sekalipun ia mau berdebat
Hidupnya lebih memilih melihat yang lain bahagia
Baginya itu lebih dari cukup ketimbang harus memaksa
Kadang aku yg jengkel dengan kelakuannya
Yang dari dulu berslogan, biarlah yg ku cinta bahagia
Betapa bodohnya dia.
Merelakan beberapa wanita yang dicintanya pergi berlalu begitu saja
Katanya ia sudah usaha.
Tp wanitanya yg mau pergi dan meninggalkan dia
Pintaku cukup satu untuknya pada Pencipta
Berikan ia bahagia
Atas segala pengorbanan duka laranya
Aku tau bagaimana segala usahanya
Atas pergelatan hati yang ia tahan sendiri
Percayalah
Setelah ini aku selalu menemani
Mendengar keluh kesahmu penuh
Melanjutkan lima belas tahun pertemanan ini.

Untukmu malam ini.
Terimakasih.
Sudah membantu mengkaji apa yang ku damba dalam hidup ini.
Selamat awal desember untukmu sekali lagi.
Dimana hari lahirmu tlah dipelupuk mata.
Usiamu bertambah tua.
Teruntuk sabarmu. Semoga cepat bertemu dgn pendampingnya.

Selamat malam tian panji sundani. Selamat tanggal 3 nanti. Selamat 20 tahun lahirmu. Dan hampir setengah lebih dari usiamu, adalah jumlah pertemanan kita selama ini. ((:

Rabu, 12 November 2014

Selamat hari ayah

Selamat hari ayah.
Maaf aku telah membuatmu menunggu
Bahkan mengurangi jatah tidurmu
"Bagaimana mba hari ini?"
Unjarmu saat aku mencium tangan kuatmu
Ingin rasanya menjawab bahwa
Hatiku penuh luka
Saat ku kira aku tak punya telinga.
Nyatanya ku masih punya ayah yang siap sedia
Menungguku dengan segala kantuknya
Matanya begitu terlihat lelah
Nyatanya saat aku tiba
Malah bertanya tentang hariku
Betapa indahnya memiliki ayah sepertimu
Yang selalu menjaga dan mendengar keluhanku

Lelaki pertama dan kedua

Kepadamu ayah
Lelaki pertama dalam hidupku
Dalam kumandang adzan yang kau lantunkan dalam telingaku
Aku takkan pernah lupa
Bagaimana caramu menjaga aku sang pelita
Atas sosokku yang masih saja tak bsa membuatmu bangga
Maafkan aku atas perkataan yang sering mengundang luka
Aku akan berusaha perbaiki segalanya
Atas waktu yang sering ku buat percuma
Atas segala katamu yang tak kudengar telinga
Padahal saat aku baru pertama kali mendengar
Yang ku dengar adalah adzan yang kau ucap pada telinga
Sungguh betapa bodohnya
Aku sering tak mendengarkan ucapmu dan melaksanakannya.
Padahal telingaku aktif mendengar oleh suara adzan yang kau lantunkan awalnya.

Kepadamu lelaki kedua
Calon ayah atas anak-anak kita
Bersama waktu yang tersisa
Ijinkan aku perbaiki segalanya
Tuk menjadi makmummu sepenuhnya
Menjadi ibu yang baik untuk anak-anak kita
Serta mampu menjagamu seperti ibumu yang kau cinta
Maka beri aku waktu tuk pelajari semuanya
Sampai waktu yang tepat itu datang dan aku tlah siap menyambutnya
Bersama sosokku yang lebih baik pastinya.

Untuk kalian berdua.
Lelaki pertama dan kedua.
Aku mencintaimu atas nafas yang berderu.
Atas senyum bahagia yang datang.
Ku lantunkan nama kalian dalam doa-doa kehidupan
-selamat hari ayah untuk papa, selamat hari ayah untuk kamu calon ayah-