Rabu, 12 November 2014

Lelaki pertama dan kedua

Kepadamu ayah
Lelaki pertama dalam hidupku
Dalam kumandang adzan yang kau lantunkan dalam telingaku
Aku takkan pernah lupa
Bagaimana caramu menjaga aku sang pelita
Atas sosokku yang masih saja tak bsa membuatmu bangga
Maafkan aku atas perkataan yang sering mengundang luka
Aku akan berusaha perbaiki segalanya
Atas waktu yang sering ku buat percuma
Atas segala katamu yang tak kudengar telinga
Padahal saat aku baru pertama kali mendengar
Yang ku dengar adalah adzan yang kau ucap pada telinga
Sungguh betapa bodohnya
Aku sering tak mendengarkan ucapmu dan melaksanakannya.
Padahal telingaku aktif mendengar oleh suara adzan yang kau lantunkan awalnya.

Kepadamu lelaki kedua
Calon ayah atas anak-anak kita
Bersama waktu yang tersisa
Ijinkan aku perbaiki segalanya
Tuk menjadi makmummu sepenuhnya
Menjadi ibu yang baik untuk anak-anak kita
Serta mampu menjagamu seperti ibumu yang kau cinta
Maka beri aku waktu tuk pelajari semuanya
Sampai waktu yang tepat itu datang dan aku tlah siap menyambutnya
Bersama sosokku yang lebih baik pastinya.

Untuk kalian berdua.
Lelaki pertama dan kedua.
Aku mencintaimu atas nafas yang berderu.
Atas senyum bahagia yang datang.
Ku lantunkan nama kalian dalam doa-doa kehidupan
-selamat hari ayah untuk papa, selamat hari ayah untuk kamu calon ayah-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar