Rabu, 03 Desember 2014

Ayah.

Kala kemarin subuh aku dan ayah pergi bersama
Dengan manja aku duduk disamping kemudinya
Kata beliau teduh bercerita
" kamu tau, dulu yg suka papa ada selain mama. Tp cuma mama yang menangin hati papa. Mama itu dulu deket sama papa karena ibadahnya,dan papa sama mama ya karena papa ngerasa cuma mama yg bisa ngertiin papa. Mama itu lebih memilih ga makan dr pada papa yg ga makan, jd papa rasa ini jodoh papa. Makanya papa berdoa supaya dijodohkan, alhamdulilah menikah."
Aku hanya mampu diam dan berdoa. Berharap mampu menjadi seperti mama. Wanita yang hebat bagi suami dan anak-anaknya. Pada saat ini,hanya ayah lelaki terhebat, sampai masanya kelak. Aku memiliki pria kedua untuk ku mencari pahala darinya.
Pesan ayah begitu banyak pada peri kecilnya
Beliau kembali berkata" jangan pernah lupa meminta. Untuk pendampingmu seperti apa. Minta dijodohkan dunia dan akhirat jangan lupa. Papa gaminta lebih. Cari yang seagama dan mengerti kamu." Lagi-lagi tentang ini. Tentang suami dan permintaan hati.
Aku tak pernah mampu berucap. Kala pesannya terus mengalir.
Lagi-lagi beliau berkata "kalau kamu suka sama org. Lihat agamanya. Jangan yang hanya manis omongannya saja. Cari yang mengerti agama. Biar kalau dia pergi dan mau belok dari jalannya. Iya pasti ingat dengan anak istrinya. Bukan karena takut dgn kamu istrinya. Tp takut sama ajaran agamanya. Takut mengecewakan penciptanya. Papa ga pernah lupa doain mba anggit,de mayang sama de ajeng. Smga diberi suami terbaik nantinya. Biar papa tenang melepas kamu pd org baru,karena anak-anak papa punya suami yang bisa bimbing kamu kaya papa bimbing kamu dan ade ade kamu"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar