Rabu, 10 Desember 2014

KetentuanNya

Pada ketentuanNya yang sedang ku raba
Sepertinya sendiri lebh baik hadirnya
Pada ketentuanNya yang sedang ku terima
Ku rasa kehadiranNya begitu nyata
Dengan sendiriku
Aku merasa lebh di dekap olehNya
Di genggam dalam tangan hangatNya
Betapa mataku terbuka
Bahwa aku begitu dicintai olehNya
Andai saja sejak awal aku mengetahui segalanya
Bahwa wajar saja ayah tak suka
Pabila ada pria lain bermain kerumah bertemu anak gadisnya
Nyatanya aku kini mengerti
Mengapa pada akhirnya ayah meminta tuk anaknya sendiri
"Mba, kalau mba jadi org tua. Dan anak perempuannya yg dirawatnya, dijamah sama pria bukan mahramnya. Apa mba akan marah?"
Iya mba marah pak. Kenapa emgnya?
"Itu yg papa rasa. Setiap ada pria yang datang kerumah. Mencoba mengambil perhatian anak papa. Tanpa label halal untuk kamu dan dia. Tanpa berani ia meminta kamu untuk dipinang olehnya"
Maafkan aku yang lambat bersyukur
Atas karuniaMu yang menitipkanku pada keluarga kecil ini
AtasMu dan ijinMu
Perkenankanlah aku tuk sendiri
Sampai waktu itu tiba
Dimana jodoh yang telah Kau tetapkan sejak ruhku ditiupkan datang menyapa
Dan Kau halalkan aku melalui jabat tangan ayahku dan dirinya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar