Kamis, 24 Desember 2015

Aku

Bahkan aku pun tak ingin sendiri
Berada dalam bayangan semu ini
Aku ingin beranjak pergi
Tp nyaliku belm lah berani

Rabu, 23 Desember 2015

Bahkan

Bahkan aku bertanya pada diriku
Apalagi yg kau tunggu?
Apalagi yg menghambatmu?
Apalagi yg masih membebanimu?
Bahkan aku berulang bertanya pada diriku
Masihkah mau bertahan?
Masihkah mau mengenggam?
masihkah mau mencoba menjelaskan?
Bahkan setiap hari semakin banyak pertanyaan
Yang mengakar dan beranak pinak
Hingga semakin besar kemelut dalam benak

Jumat, 18 Desember 2015

Aku sadar

Dan kini aku sadar.
Bahwa tak harus lagi bersama.
Karena kita mencintai hal yg berbeda
Aku sipencinta sepi
Dan kamu yg hidup dalam ramai
Si aku pencinta malam dan tenang
Sedangkan kamu si siang yang penuh dengan keriangan
Ku kira berbeda bsa saling melengkapkan
Tp nyatanya dasar itu tak bsa kita berlakukan
Mungkin kita hanya akan bsa berjalan beriringan
Tp tidak untk menyatu menuju tujuan
Terimakasih memberi penyadaran
Bahwa kita memang tidak bsa dipersatukan

Aku.

Ingin rasanya ku ucapkan padamu.
Tentang dasar mengapa ku lakukan hal itu.
Apa katamu?
" kalau kamu hapus foto dia. Apa bedanya kamu dgn dia? Yg sudh menghapus jejak kalian saat bersama?"
Andai kau tau dasarnya.
Mengapa pada akhirnya ku hapuskan juga
Mengapa akhirnya ku lakukan hal itu jua.
Itu karena dia.
Dia sendiri yg berpesan
Bahwa jangan lagi ada bayangan masa lalu di saat skrg
Karena ia tak ingin ada sisa mantan dalam ingatan
Lalu salahkah bila ku juga lakukan seperti yg sempat ia katakan?
Bahkan ku rasa.
Aku berhak juga dihapus dari hidupnya.
Karena cepat atau lambat
Waktu kan hapus segalanya.
Entah cerita ataupun cinta.

Rabu, 16 Desember 2015

Andai

Andai.
Andai kamu tau.
Betapa aku masih mencintamu.
Andai.
Andai kamu tau.
Betapa aku masih suka menunggumu.
Waktu tlah mengajarkan.
Bahwa perpisahan merupakan jalan.
Tp haruskah terus seperti ini?

Minggu, 13 Desember 2015

Sepeninggalanmu

Sepeninggalanmu.
Aku semakin tau.
Byk hal yg harus di pangkas dalam aku.
Sepeninggalanmu.
Aku semakin sadar
Bahwa sikapku belumlah baik untk dijadikan pendamping kehidupan.
Sepeninggalanmu.
Aku coba bersyukur
Mungkin memang bukan kamu
Yang harus ku pertahankan.
Sepeninggalanmu.
Aku coba berdiam.
Dalam linang-linang pemikiran
Semua berkecamuk dalam.
Aku harus coba bergegas beranjak berjalan.
Sepeninggalanmu.
Aku coba belajar mengikhlaskan.
Semoga rejekiku kelak masih bsa dipertemukan.
Denganmu sosok yang ku anggap akhir dr perjalanan.
Sepeninggalanmu.
Aku coba belajar atas apa yang kau inginkan.
Mencoba mengontrol emosi dan egoisku yang sulit dipendam.
Aku coba smga bsa.
Aku tak ingin berubah hanya untk dpatkan kamu saja.
Akupun ingin berubah untk aku sepenuhnya.
Sepeninggalanmu.
Aku coba biarkan semua berjalan saja.
Tak ingin lagi memaksa
Apalagi menarikmu kembali dlm genggaman aku yang tak memiliki apa-apa.

Sabtu, 05 Desember 2015

Aku.

Aku terlampau mencintamu
Masih berharap kau kembali dgn belas kasihanmu
Tp aku sadar
Hubungan tak bsa berlandasan kasihan
Kita hebat
Bertahan 3bulan sampai akhirnya melepaskan
Sebetulnya aku masih mencintamu sayang
Tp aku sadar.
Kecewamu sulit disembuhkan
Butuh banyak waktu hingga ia kembali percaya akan sebuah hubungan
Dan mungkin bukan denganku nanti diperaduan
Aku masih merindumu
Bersama rintikan air mataku
Andai kau mampu pahami
Seberapa besar aku mencintamu kasih.
Mengapa kita berfokus pada salahnya ini
Mengapa tak bsa lagi berfokus atas pengorbanan yang tlah kita lalui?
Aku ingin teriak
Memberontak
Dan mencaci maki
Mengapa aku sebodoh ini
Tp apa daya
Aku ingin kau peka
Namun nyatanya aku tak bsa juga peka
Dan benar kata mereka
Pasangan adalah cermin kita
Maafkan aku tak sama
Yang dulu berikrar ingin mencintamu dgn sederhana
Tanpa menuntut
Tp nyatanya aku menuntut ini dan itu
Benar katamu
Tak ada pasangan yang bisa tulus memberi
Mereka juga ingin diperhatikan dan dipuji
Maafkan aku yang tak peka dgn semua ini
Hingga akhirnya kau pergi dan mungkin takkan kembali :))

Jumat, 04 Desember 2015

Prang

Prang.
Bising.
Ada yang jatuh.
Dan itu harapanku.
Segala yang awalnya aku tak percaya.
Segala yang awalnya aku menutup mata.
ia meyakinkanku hingga akhirnya aku ikut percaya.
Aku menjamah impianku
Menatanya.
Dan kini jatuh.
Saat sebelumnya ia berkata.
Kalau kita ga direstuin ya kita usaha kita coba sampai dapet restu.
Dan aku percaya.
Aku terpupuk oleh keyakinannya.
Aku tlah memercayai segala hal padanya.
Dan kini prang.
Jatuh.
Ia kembali berkata.
Aku bicara dahulu ke ibu.
Kalau direstui aku lamar kamu.
Kalau ga aku minta ibu cariin pendamping buat aku.
Prang.
Jatuh harapanku.
Saat aku tak percaya.
Ia buat aku ikut yakin akan semuanya
Dan yakinku ada.
Lalu semua begini adanya.
Saat aku gembor-gemborkan 3 tahun lagi semua akan nyata
Ternyata Allah hempaskan semua.
Allah ingin aku belajar lebih banyak dari sebelum-sebelumnya.
KataNya Aku harus Gagal kembali.
dan kini mataku mulai kembali terbuka
Ternyata benar
Tak ada manusia yg bisa di percaya sepenuhnya
Saat kau berikan semua
Maka kecewa yg kau tengak nantinya
Dan benar. Aku menenggak pahitnya nyata.
Impian memang selalu tentang bahagia.
Dan kenyataan memang wajib berlandaskan pahit pada part sebelumnya.
Aku sudah lakukan yang aku bisa
Allah mengujiku atas KecintaanNya
Semoga aku termasuk dlm golongan yg sedikit.
Yang sllu mengingatNya
Dalam suka ataupun duka
Maafkan aku atas sebelumnya
Yg hanya MelibatkanMu pada dukaku saja
Padahal KuasaMu begitu Megah tak terkira

Kamis, 03 Desember 2015

Life must go on.

Kalau ditanya. Menyesal kah?
Tidak.
Hidup harus bergerak.
Ini bagian yg harus dilewati.
Siap?
Siap tidak siap harus terus berjalan bukan?
Untuk segala masa lalu dibelakang
Aku telah ikhlaskan.
Kini blogku yg lalu hanya berisi dirimu sayang.
Aku kira saat di awal aku siap hapus semuanya.
Berarti kamu akhir atas pencarian.
Tp ternyata kita kembali berakhir sayang.
Sdgkan masa laluku yg dulu tlah terhapus semua.
Pdhl kelak yg baru.
Berhak tau.
Atas segala masa silam dan kelamku.
Terimakasih telah membantuku membuang banyak kenangan masa lalu.
Menghapus jejak mereka semua.
Dan kini yang tersisa tinggal jejakmu sayang.
Tp aku ikhlaskan segala kenang.
Terimakasih atas segala bulan-bulan pengorbanan
Terimakasih atas segala perasaan yg telah diberikan
Terimakasih atas banyaknya pembelajaran.
Maaf apabila akhir dr segalanya membuatmu kecewa
Maaf atas sikap yg akhirnya membuatmu berpandangan bahwa aku tak menghargai.
Maaf atas segala hal yang tak sempurna.
Aku rasa cukup.
Sampai berjumpa.
Sampai bertemu.
Pada part part selanjutnya.

Sampah

Aku hanya seogok sampah
Baunya tak sedap
Dipandang tak enak
Hanya seogok sampah
Yang dibuang
Oh bukan. Dibuang terlampau baik.
Tp dilempar.
Berada di ujung.
Jauh dari pandangan
Seogok sampah
Tak  ada satupun yg ingin melihatnya
Bahkan terkena baunya pun tak akan ada yg suka
Dan aku hanya seogok sampah

Senin, 23 November 2015

Masihkah?

Masihkah satu?
Antara targetku dan targetmu?
Masihkah satu?
Bila aku selangkah lebih dulu
Kan kamu memilih diam dlm kakimu
Haruskah aku yang menunggu di penghujung
Ataukah kau yg menejarku ke ujung?
Maaf. Aku tak lg bisa
Memotivasimu tuk seirama
Mengejar mimpi yg kita punya
Nanti dulu.
Apakah mimpiku mimpimu juga?
Lalu mengapa kau gemborkan bahwa kau butuh motivasi?
Tak cukupkah aku disini?
Lalu mengapa kau lebih katakan pd mereka
Kau tak ingin wisuda di awal tahun?
Lalu mengapa tak bercerita padaku lebih dulu?
Bukan aku lagi kah penompangmu?
Lalu apa fungsiku?
Bila larimu ke arah yg lain?
Lalu apa lagi fungsiku?
Bila semakin kesini semakin bukan aku penyemangatmu?
Lalu apalagi fungsiku? :))

Jumat, 20 November 2015

Hey. Loveyou

Hubungan kami terus berjalan
Waktu terus bergulir
Detik demi detik bertambah
Menggiring waktu bertemu hari hingga bulan yang  berbeda
Perdebatan selalu tiba
Perbedaan memang nyata
Tp lambat laun aku mulai memahami maksudnya
Awalnya aku menutup telinga
Menolak mendengarnya
Memberontak apa yang ia ingin dalam dunia
Tp perlahan hari ini aku mulai kembali terbuka
Melihat kembali niatnya
Menggiring kembali perasaan yang sesungguhnya
Menuntun hingga ia kembali berada pada nyamannya
Dan lagi-lagi aku kembali jatuh cinta
Pada ucap muaknya
Yg akhirnya ia katakan padaku juga
Padahl dulu ia sllu memendamnya
Tp kini barulah aku tau
Pesan tersirat dalan sikapnya

Minggu, 08 November 2015

Awal penghujan

Masih di awal bulan penghujan
Sepertinya hatiku mulai basah
Tp ketenangan tak jua ku rasa
Bimbang bergelimpangan dimana-mana
Tkutku mencengkram kapan saja
Andai aku bisa
Seperti aku yg lama
Yang dengan mudah membuat keputusan yang ku suka
Mengubah abu menjadi jelas warnanya
Membuat hati tenang tanpa tanya
Aku tak ingin mendung itu lg yang menyapa
Menyapu wajahku tanpa sisa
Basah semua
Aku tak ingin mendung itu lagi ada
Entah mengapa
Aku rindu kemarau sebelumnya

Jumat, 30 Oktober 2015

30 okt 2015

Bahkan aku kecewa dgn diriku
Bahkan aku mengutuk diriku
Mengapa harus seceroboh dan seteledor itu
Melepas benda mungil yang sejak agustus melingkar dijemariku
Bodoh kamu git
Jaga yg jelas aja ga bisa
Gimana mau jaga perasaan yg ga keliatan
Bodoh.

Minggu, 25 Oktober 2015

Said Abdul Muthalib

Tujuh bulan tlah terlewati
Semakin kesini aku semakin mengerti
Ia sllu mengalah atas aku si keras hati
Tuhan.
Tolong luluhkan hati ini
Tuk mau sllu bergantian tuk memahami
Tuhan.
Tolong sllu perbanyak sabarnya di dalam hati
Agar ia sllu mau mengalah tanpa lelah untk aku si keras kepala ini
Waktu terus bergulir
Tp pembelajaranku terlalu lambat mengukir
Permudah aku dlm menjalin hubungan
Tuk lebih mau memahami atas segala celah yang kurang
Aku mencintainya atas segala kurang
Tp sikapku malah selalu terbalikan
Yang selalu menuntutnya seperti yang aku impikan.
Tuhan.
Tutun aku tuk lebih lembut dalamsetiap tindakan
Agar tak lagi menyakiti sosok yang ku cinta skrg

:))

Ada tangan-tangan lain
Yang mungkin saja siap menangkapmu
Ataupun mendekapku
Ada tangan-tangan lain
Yang sebenarnya lebih bisa membahagiakanmu
Ada tangan-tangan lain
Yang mungkin lebih bisa dituntun oleh jemari
Ada tangan-tangan lain
Yang mungkin sikapnya takkan menyakiti seperti sikapku yang sering melukaimu.

Rabu, 14 Oktober 2015

Bahkan kini

Bahkan kini aku yang takut
Takut bila kau harus pergi dan menjauh
Atau kau tetap denganku
Tp rasamu tak lagi padaku
Bahkan kini aku yg takut
Bila akhirnya kau hanya menjalankan rutinitasmu dgnku
Bahkan kini aku yg takut
Bila kenyataannya kau tak lg mencintaku
Bahkan kini aku semakin takut
Akan sikapku yg semakin tak menyamankanmu

Bahkan kini

Bahkan kini aku yang takut
Takut bila kau harus pergi dan menjauh
Atau kau tetap denganku
Tp rasamu tak lagi padaku
Bahkan kini aku yg takut
Bila akhirnya kau hanya menjalankan rutinitasmu dgnku
Bahkan kini aku yg takut
Bila kenyataannya kau tak lg mencintaku
Bahkan kini aku semakin takut
Akan sikapku yg semakin tak menyamankanmu

Ternyata aku tak bisa

Ternyata aku tak bisa
Tuk mencintamu dengan sederhana
Ternyata aku tak bisa
Untk tak bergantung dgn hadirmu cinta
Ternyata mencintamu tak sesederhana yang ku kira
Perasaan itu membelenggu
Membuat hatiku kusut tak menentu
Ingin membebaskanmu
Tp takutku menjulang jauh
Takut akan kau yg pergi dan menjauh
Aku tak bisa
Mencintamu dengan dewasa
Dan aku tak bisa
Mecintamu dgn sederhana
Dengan membiarkanmu seenaknya

Kadang

Karena memang baru aku sadari
Saat kau mencintai sosok yang terkasih
Cemburumu sulit dipadami
Sulit dipendam dalam hati
Semakin kesini
Hatimu semakin takut terhianati
Semakin kesini
Hatimu semakin ringkih tuk berdiri sendiri
Semakin kesini
Rasanya pisah menjadi lebih berarti
Agar hatimu tak bergantung secara berlebih
Tp mampukah kembali sendiri?

?

Saya hanya bsa percaya sampai pada akhirnya anda yang membuktikan bahwa diri anda tak bisa dipercaya -nn

Kalau pada akhir
Ada penghapusan dlm sesuatu hal yang ia ingin kau tak melihatnya
Itu apa tafsirnya?
Menutupi utk tak dilihat?
Atau menjaga agar tak cemburu.
Apapun artinya
Satu hal yang ku tau di dalamnya
Ada hal yang ingin kau tutupi untk tak dilihat yang lainnya.
Lantas masih harus kah kau percaya?
Pd sosok yang sdh memberi sekat agar kau tak melihatnya?

Selasa, 13 Oktober 2015

Mengapa

Mengapa rasanya semakin kesini semakin takut
Mengapa rasanya semakin kesini semakin ingin memiliki
Pada nyatanya aku bukanlah apa-apa
Pada nyatanya aku tak ada hak atas mengenggamnya
Pada nyatanya aku tak ada hak untk sllu ingin ia jadikan yang pertama
Mengapa.
Pada akhirnya perasaanku mengunggkung dirimu
Mengapa.
Pada akhirnya perasaanku hanyalah membebani gerak hidupmu
Mengapa.
Pada akhirnya perasaanku sllu bergantung akan kamu.

Sabtu, 10 Oktober 2015

Apapun

Apapun yang jatuh pasti dipunggut
Apapun yang tertinggal akan di ambil
Apapun yang tergeletak bsa dimiliki
Apapun yang yang terlupakan bisa dikenang

Ternyata

Ternyata tak ada org yg benar-benar menerimamu
Tak ada yg benar-benar mau memapahmu
Tak ada yg benar-benar mau melindungimu
Tak ada yg benar-benar tanpa pamrih berkorban untukmu
Tak ada yg benar-benar sungguh mencintamu
Kecuali keluargamu.
Tak ada yang berpura-pura marah padamu
Tak ada yg berpura-pura senang untukmu
Tak ada yg berpura-pura baik untukmu
Kecuali benar keluargamu.
Hanya keluargamu.
Yang memang akan marah demi terbaiknya kamu
Yg memang senang akan pencapaianmu
Yang memang baik dan tulus mencintamu.
Dan hanya keluargamu.
Dan sungguh. 21tahun ini.
Baru sekarang aku pahami.
Betapa keluarga begitu berarti.
Begitu berpengaruh dalam kehidupan ini.
Dan menyesal kenapa baru paham arti keluarga saat ini
Setelah 21 tahun menyia-yiakan keutuhan keluarga ini
Dan menyesal karena berusaha menjadi baik untk org lain
Tp tidak berusaha menjdi baik untk keluarga ini.

Hey 7/10 /15 (gue kira udh dipost ternyata masih jd draft)

Semoga tak lagi hanya semoga
Semoga calon tak selamanya calon
Ada harap yang ingin ku gapai
Atas hidup dengannya yang ingin ku rengkuh bersama
Kalaupun jodoh masih bisa terganti dan di ambil kapan saja
Ku harap akulah jodohnya
Karena pintaku tlah ku utarakan dari sekarang juga
Hingga dari 6bulan sebelumnya
Pintaku selalu tentangnya
Ku harap kelak memang hanya dia
Pendamping dan penuntunku selamanya

Minggu, 27 September 2015

Kamu

Aku bersyukur
Atas di hadirkannya kamu
Aku bersyukur
Atas dititipkannya kamu padaku
Aku bersyukur
Atas segala garis yang tlah Pencipta berikan untukku
Kamu salah satu hal yang patut ku syukuri
Atas Ia yang mengijinkan hariku di isi olehmu
Atas Ia yang mengijinkan hatimu terisi olehku
Atas Ia yang kini tlah menjadikan kita sllu bersama
Atas hadirmu yang selalu merubah hariku
Atas hadirmu yang gulirkan semangat-semangat mimpiku
Atas kamu.
Yang selalu membentuk aku menjadi aku yang baru
Atas kamu
Yang sllu mendukungku atas segala pilihan hidupku
Aku bersyukur atas kamu
Harapku
Cukup kamu dalam hidupku
Dalam segala perjalanan kisahku
Dari kini
Hingga menua nanti

Jumat, 18 September 2015

Sebetulnya

Sebetulnya ini yang aku takutkan
Sekitarmu mengira aku melarangmu
Mengira aku tak mengijinkanmu bercengkrama
Mengira aku tak membiarkanmu bermain seperti biasanya
Sebetulnya ini yang aku takutkan
Saat ada yang lain merasa porsinya terambil
Saat yang lain merasa kebiasaannya berubah
Saat yang lain merasa ada yang hilang dari satu kesatuan mereka
Sebetulnya ini yang aku takutkan
Saat semakin banyak org yang membenciku
Karena mereka berfikir aku melarangmu
Membatasi waktumu
Memberi ruang agar kalian tak bertemu
Tapi sungguh
Tak pernah ada dalam benakku
Tuk mengubahmu
Tuk Mengambilmu dari siapapun yg merasa memilikimu
Tuk memintamu hanya ada untukku
Sungguh.
Ini yang aku takutkan
Atas segelintir orang
Yang merasa miliknya terambil olehku
Saat punyanya lebih berfokus dengan hubungannya denganku
Saat kepemilikannya pergi dan jauh.
Maaf atas hilaf yang terucap
Atas sikap yang membuatmu tak enak
Tp sungguh
Aku tak pernah memintanya pergi darimu
Dari kalian teman seperjuangan
Dari kalian teman yang jauh lebih dulu saling mengenal
Dari kelian teman yg dekat ketimbang aku yg jauh
Maka maafkan aku
Pabila banyak yg menganjal dalam hatimu
Maka maafkan aku
Yang tak menimbulkan banyak beda antara kau dengan teman dekatku

Senyap

Aku diam
Mencari tenang yg dalam
Ku selusuri segala ruang
Nyatanya tak juga menenangkan
Aku ingin kembali pulang
Pada hatimu seorang
Tp itu takkan bisa ku dapatkan
Hingga Pencipta memanggilku padaNya
Aku ingin berdampingan
Sejak kau pergi meninggalkan
Aku ingin di dekapmu dalam pelukan
Hingga selalu berharap tuk dalam memimpikan
Tp hadirmu tak pernah datang
Walau hanya dalam mimpi malam
Dan aku hanya bisa meramalkan
Membayangkanmu dlm ingatan.
Dan aku merindukanmu sayang.
Tak ada yg mengertiku
Seperti kau pahami bocah kecilmu
Aku ingin cepet di dekap olehmu
Seperti kau lindungi aku dulu
Aku lelah dgn duniaku
Ingin denganmu
Tp takutku satu
Sampai saat ini aku blm bsa bahagiakan org tuaku
Jd mana bsa aku tetap ngotot bertemu kamu
Sedangkan membahagiakan org tuakupun aku blm mampu.

Aku ingat waktu itu

Aku ingat waktu itu
Beberapa bulan setelah mbah kakung meninggalkanmu
Aku tau cinta kalian terpaut rindu
Akan temu di alam yg nanti jga aku disitu
Tp tak taukah kamu?
Betapa cintaku disini untukmu?
Aku merindumu
Hingga isakku tak bsa berhenti
Bila rindu ini datang menghampiriku
Aku ingat hari itu
Aku masih terlampau kecil tuk kehilanganmu
Mimpiku gugur bersamaan dengan harapku yang tumbuh
Aku merindumu.
Aku ingat waktu itu
Bagaimana kerenda itu tergotong
Bagaimana tanah menutupmu secangkul demi cangkul
Bagaimana langkahku pergi dan meninggalkanmu
Bagaimana aku harus berhadapan dgn impianku dan aku tak dapat mencapai hal itu
Bagaimana kini aku sulit menemukan sosok yang sepertimu
Yang membuatku nyaman walau tak nyata
Yang membuatku tenang bercerita walau ku tau tak ada sosok yg ku lihat oleh mata?
Bagaimana bisa?
Aku mencintamu sosok yang sudh tak ada
Betapa aku mencintamu sebegininya.
Seharusnya aku lebih mencintai Pencipta.
Tp bukankah rasa cintaku padamu juga rasa yg Pencipta berikan padaku?

Dari aku. Bocah kecil yang selalu merindumu.

Dan aku merindunya.

Dan aku merindunya
Sosok yang sudah tak bsa lagi ku pegang
Yang hanya bisa ku sentuh dalam hayalan
Dan ku dekap dalam bait-bait kata
Ku sebutnya doa
Dan aku selalu merindukannya
Sosok yang tak bisa lagi ku sentuh
Hanya bsa ku jamah sesekali waktu
Itupun hanya melalui anganku
Dan aku selalu merindu
Pada sosoknya yang mencintaku penuh
Yg memberi ruang dalam gerak hidupku
Memberi bebas akan tingkahku
Dan aku selalu merindumu
Sosok yang sampai saat ini tak bisa ku biarkan jauh dariku
Sosok yang selalu ku ikat dalam hatiku
Dan aku merindumu
Rintik hujan sulit berhenti
Kala dendang ingatan berputar akanmu
Aku merindumu
Masa kecilku
Kata andaiku selalu saja datang
Membuatku tak bersyukur atas takdir yg di ciptakan
Tp apa mau dikatakan
Bahwa aku selalu merindumu
Rindu akan diriku

-ngawi, beberapatahun lalu. Dan jejakmu takkan hilang dariku-

Senin, 14 September 2015

Cinta, dewasa?

Aku ingin mencintamu dengan dewasa
Memberimu bebas
Aku ingin mencintamu dengan dewasa
Dengan segala kurang dan keterbatasan yang kita punya
Aku ingin mencintamu dengan dewasa
Dengan tetap berdiri menunggu tanpa berpaling pada yang lainnya
Aku ingin mencintamu dengan dewasa
Tanpa menuntut hal yang tidak sepantasnya
Aku ingin mecintamu dengan dewasa
Dengan mendukung apapun pilihan yang kau tetapkan jalannya.

Kamis, 03 September 2015

3 september 2015

Aku tak punya hal lain. Yang pasti hanya kamu dalam rotasi. Dalam peredaranku. Seperti jadwal bulanan. Ada saja hal yang membuatku mengusik tenangmu. Tenang hubungan aku denganmu. Entah cemburuku. Atau egoisku. Atau apapun tentang keras kepalaku. Siang tadi. Kami sama-sama lelah. Maksudku ia berhenti. Ia berhenti untuk mengalah. Ia berhenti untuk semuanya. Ia berhenti untk diam. Ini kedua kalinya. Setelah awal 2minggu lalu aku meminta untk tak lagi bersama. Lalu ia memintaku untk pergi darinya. Dan prak. Dia jatuh dr motor. Kakinya menjadi korban atas pertengkaran. Setelah itu janjiku ada. Bahwa takkan lagi melukai hatinya. Tp siang tadi. Aku memeluk sambil menikam kembali hatinya. Maka maafkan aku cinta. Yang terlampau egois meminta.
Siang tadi kami saling melepas. Membiarkan hati kami terombang ambing. Akhirnya kami benar-benar melepas. Menentukan pilihan. Menentukan jalan. Untuk aku. Untuk dia. Dan kami tak lagi bersama. Aku menyesal akan semua. Aku menyesal atas sikapku yang berbeda persepsi dengannya. Aku menyesal atas egois yang ada. Tp kami diam bersama. Kami biarkan semuanya berkecamuk dalam hati yang berbeda. Aku biarkan sendiri membelenggu di antara keduanya. Aku diam. Ia diam. Kami berpisah. Aku mencoba meninggalkan. Hanya membaca pesannya. Membiarkan kata-kata itu bermain dalam hati dan logika. Aku rasa aku masih terlampau mencintai. Aku terlampau bergantung padanya. Tp gengsiku masih ada. Maka ku biarkan segala pesan-pesannya. Ku tinggalkan sebisanya. Ku jauhi ponselku sebisanya. Tp tidak bisa. Habis magrib kembali ku dekati, ada pesan darinya "Yang harus kamu tau, aku masih sayang sama kamu". Hatiku pun sama. Aku menyayanginya.  Atas kurangku ataupun kurangnya. Kami wajib saling menerima. Tak lama telpon darinya. Kami berbincang. Yang aku dengar hanya suaranya yang mendengung. Isakannya yang mulai reda. " kamu dimana?" // " aku dikamar" / blablabla.
.:. Aku kangen denger suaramu. -apalagi aku-
.:. Kalaupun tadi kita jadi putus. Aku gamau ada org yang tau kita putus, dan aku tetep pake foto path itu. Aku ga akan ganti foto path aku sampai kamu yg minta. Karena aku maunya nikahnya sama kamu. - hal apa lagi yg masih membuatmu ragu? Bila Pencipta tlah menitipkan seorang said untukmu?-
.:. Kalaupun td kita jadi putus. Aku mau kamu yakinin aku kalo aku kuat sendiri.  -Tuhan. Betapa Kau telah titipkan yang baik. Tp aku yg masih saja mengujinya dengan segalatingkah kekanakan-
Sedikit kata untukmu cinta. Maafkan aku yang masih egois dan keras kepala. Ijinkan aku tuk coba perbaiki semuanya. Ku harap kita kan selalu bersama. Sampai tua menyapa.

....

Bawa aku denganmu
Agar tak adalagi fikiran akan duniaku
Bawa aku bersamamu
Dalam alam tenang tanpa keributan
Ada kerinduan
Akan jemarimu yang selalu menuntunku
Bawa aku kembali ke masa itu
masa dimana kau selalu untukku
Bawa aku ke alammu
Yg tak adalagi keributan di duniaku
Aku ingin denganmu
Dengan tenang tanpa ketegangan.
Panggil aku agar aku denganmu

Hallo.

Hallo.
Saya jatuh lagi.
Setelah belajar berjalan
Tp gagal lagi.

Rabu, 02 September 2015

Yang aku tau adalah belajar

Yang aku tau dari belajar
Adalah memangkas hal-hal yang tidak disukai
Dan membentuk sikap sikap yang disukai
Menjadi org lain?
Mungkin.
Tp bukankah menjadi pribadi yang lebih baik
Juga merupakan sesuatu yang penting?
Kita hanya punya waktu
Yang bsa membawa ku pergi
Atau membawamu pergi
Dan aku tak ingin ada sesal nanti.

Jumat, 28 Agustus 2015

Semarang

Semarang
Salah satu kota yang ku impi-impikan
Dulu inginku tinggal disana
Walau merantau hanya tuk menimba ilmu saja
Tapi akhir tak bsa jua
Hanya jakartalah yang menjadi awal segalanya
Mengikuti prosesnya
Hingga menjadi anggota sebuah lembaga
Tanpa sadar aku temukan dia
Dalam wadah yang sama
Tak banyak bicara
Berbincang juga tidak
Hanya sesekali aku menatapnya.
Biasa.
Itu saja.
Perkenalan memang dijogja.
Hampir satu tahun yang lalu temu itu datang.
Lalu jogja menjadi saksi kehidupan
Bahwa perkenalan bsa mengubah pertemanan menjadi sebuah hubungan
Ku harap lebih dari sekedar teman dekat
Lebih dari sekedar teman bertengkar
Lebih dari teman seperjalanan
Lebih dari sekedar teman seperjuangan
Aku ingin lebih banyak menghabiskan kehidupan
Dengan sosoknya yang kini sedang dgnku berdampingan
Semarang
Menjadi kota ke 3 setelah jogja, dan jakarta
Membuat cintaku semakin tumbuh padanya
Satu malam ku lewati kebersamaan
Menghirup udara dingin semarang di malam hari
Hingga menerjang panas kota lama
Hingga tiba perpisahan yg nyata
Ia mengantarku ke tempat pemisah jarak
Stasiun poncol menjadi perjalanan
Dimana kami saling menunduk pilu
Tak tega kalau harus saling terpisah dan memendam rindu
Sok tegarku.
Meminta ia cepat pergi agar aku cepat masuk ke tempat itu
Tepat dikursi keretaku
Tetes-tetes rindu mulai menggerayangi wajarku
Dan semarang masih menjadi saksi bisu
Bagaimana ia merenggut dirimu agar kembali jauh dariku

Sabtu, 22 Agustus 2015

Entah mengapa

Entah mengapa
Tak pernah terlintas lagi dalam benakku
Untk pergi atau mencari pengganti kamu
Karena sejak kau ucap
"Kita saling mencocokkan bukan mencari kurang"
Saat itu aku mulai percaya
Bahwa benar katamu
Kita mencocokkan
Bukan mencari kurang
Karena manusia tak pernah terbebas dari kata puas
Besyukur aku punya kamu yang mengingatkan
Mengubahku fikiranku scara perlahan
Dan aku rasa aku tak ingin berpindah tangan
Karena hatimu tempatku berpulang yang paling nyaman
Maka ijinkan aku tuk selalu tinggal
Bersemayam dalam hatimu dengan tenang
Menikmati segala kurang yang kita ciptakan
Hingga mensyukuri segala tingkah yang kita lakukan
Denganmu aku tenang
Tanpamu mungkin aku kan hilang
Doaku tuk kita selalu beriringan
Ku harap Pencipta selalu mengijinkan.

Ia.

Ia selalu mengenggam jemariku
Dulu ia menarikku dari kubangangan kepedihan yang pilu
Kini ia menuntunku tuk terus berjalan maju
Bersamanya aku mulai belajar
Kita bukan lagi hidup untk menuntut
Melainkan tuk saling mengajarkan
Kita bukan lagi hidup untk mencari siapa yang benar
Melainkan tuk saling memperbaiki
Kita bukan lagi hidup untk mencari sempurna
Melainkan tuk saling melengkapi
Dengannya aku mulai belajar
Menjamah diriku
Memperhatikan egoku
Belum seluruhnya baik begitu
Tp aku sedang usahakan untk sebaik yang aku mau
Karena dengannya
Ia ijinkan aku tuk terus berproses
Berusaha  menjadi yang terbaik untk diriku saja
Bukan karenanya
Melainkan karena aku ingin baik untukku
Semoga Pencipta mengijinkan segala doa
Agar aku sllu dengannya

Jumat, 21 Agustus 2015

Yang aku takutkan

Yang aku takutkan adalah saat kamu  menyerah
Yang aku takutkan adalah saat kamu pergi
Yang aku takutkan adalah saat kamu bilang "silakan pergi"
Yang aku takutkan adalah tak adalagi mimpiku dan mimpimu
Yang ku takutkan adalah ketika misi kita tak lagi satu
Yang ku takutkan adalah ketika kamu tak lagi menganggap kita
Yang sungguh aku takutkan adalah pabila kamu tak lagi denganku
Lantas aku? Harus seperti apa melanjutkan mimpiku?
Kamu pendukung dalam nyata dan mimpiku
Dimana harap ingin aku wujudkan denganmu
Dimana impian ingin aku persembahkan atas dukunganmu
Lantas, pabila kau pergi dan menjauh?
Mampukah aku terus berjalan menggiring diriku
Memaksa diri tuk terus berlari mengejar mimpiku
Rasanya tak mampu
Karena aku butuh kamu.

Tuhan. Ijinkan aku.

Tuhan. Kali ini saja.
Ijinkan aku untk tidak menyakiti seseorang
Sosok yang sudh banyak berkorban
Tuhan. Kali ini saja.
Ijinkan aku untk tidak lg membuat hati seseorang kecewa apalagi terluka
Tuhan. Kali ini saja.
Ijinkan aku tuk selalu mendampinginya
Mengiringi jalannya
Mendukung segala pilihannya.
Tuhan. Kali ini saja.
Ijinkan aku tuk selalu dengannya
Mengenggam jemarinya
Mendukungnya
Tanpa harus aku menjatuhkan atau membuatnya kecewa
Tuhan. Kali ini dan seterusnya.
Aku mohon perbaiki segala sifat yang ada pada aku.
Kurangi amarahku
Kurangi egoisku
Lindungi aku dlm balutan lemah lembutMu
Jadikan aku sosok peneduh bagi pria yang kini ada disisiku.
Kali ini saja. Dan untk selamanya.
Aku mohon.
Ijinkan aku mendampinginya.
Hingga kami menua dan salah satu di antaranya pulabg terlebih dahulu.

Rabu, 12 Agustus 2015

Takkan lagi

Takkan lagi aku memintamu
Takkan lagi aku mencoba mengingatkanmu
Mengingatkan tentang kisah yang manis itu
Atau sekedar memintamu menengok impianmu atau impianku
Takkan lagi aku merengek yang merepotkanmu
Takkan lagi ku usik apalagi ku ganggu
Takkan lagi aku biarkan kamu merasa lelah atas jalanmu denganmu
Karena sebentar lagi semua tlah berakhir
Takkan ada lagi lelahmu
Takkan adalagi bebanmu
Takkan adalagi aku
Takkan adalagi pengecoh harimu
Takkan adalagi...
Bebaslah kamu dengan dirimu....

Batuku

Ada hal-hal yang menurutmu sepele
Tp tidak menurutku
Ada hal-hal yang menurutku sepele
Tp tidak menurutmu
Ada hati-hati yang bergelimang pilu
Ada raut wajah sendu
Ada goresan dalam kataku
Andai aku bisa perbaiki waktu
Takkan sekalipun ke sentuh hatimu
Agar tak ada lagi beban dibahumu
Agar tak ada lagi sosok manja yang hanya mengerecokimu
Ku harap kelak ada yang ikhlas
Ikhlas hari-harinya terganggu
Ikhlas telinganya mendengar ocehanmu
Ikhlas hatinya mengalah untukku
Andaipun bukan kamu
Mungkin ada hati yang kelak lebih bisa memanjakanmu
Lebih bisa menghargai usahamu
Lebih bisa menerima apapun kurangmu
Dan mungkin itu bukan aku.

12agustus

Senin, 03 Agustus 2015

Terkadang

Terkadang cemburu datang
Kesal berdesir
Kala keinginan tak sejalan
Kadang ku rasa jarak adalah penghalang
Dimana aku tak dapat merengkuhnya dengan tenang
Ditempatnya atau ditempatku
Kita bisa sama
Sama-sama sabar menunggu
Atau sama-sama iseng berkumpul dgn segerombol yang baru
Tp aku yakin.
Bahwa ia bisa ku percaya
Tp rasanya cemburu itu masih ada
Saat kau telah menunggunya
Tp ternyata disana ia sedang tak ditempatnya
Lalu kau harus apa?
Ingin meluapkan emosi
Tp untk apa?
Tak ada guna.
Berfikirlah dewasa
Tp cemburuku ini nyata
Ah entahlah.
Biasanya aku tak cemburu
Malah mengijinkan-mengijinkan saja
Tp saat rumah yg lain lebih akrab dgn yang kau cinta
Apakah bisa kau diam tanpa cemburu dalam dada?

Kamis, 30 Juli 2015

Menanti

Kami menanti
Menunggu temu melepas rindu
Ku harap waktu cepat berlalu
Agar wajahmu cepat ku tatap penuh
Aku menantimu
Menanti raga yang selama ini terpisah jauh
Semoga kota idamanku menjadi saksi bisu
Dimana temu pertama membuat kita jauh
Lalu pertemuan kedua semua suka tak lagi abu
Pertemuan ketiga membuat kita semakin satu
Ku harap yang keempat lebih dari itu
Memberi kesan yang kan ku kenang seumur hidupku
Hingga ku harap kisah inilah yang ku sebar luaskan untk anak cucu.
Dan selamanya ku ingin perpanjang kisahku dan kisahmu
Dalam suka cinta dan waktu

Sabtu, 13 Juni 2015

rindu

aku merindumu
yang kini berada jauh dariku
aku merindumu
suaramu yang selalu mampu merayu mataku
aku merindumu
rindu akan perbincangan malam hingga pagi itu
aku merindumu

suaramu

sudah dua malam
kantukku tak kunjung datang
suaramu selalu ku senandungkan
tapi kantukku tetap tak juga datang
rekaman suaramu ku dengarkan
tapi kantukpun tak merayu mataku sayang
sayang, suaramu yang ku rindukan
biasanya tiap malam ku selalu dengarkan

Jumat, 12 Juni 2015

kamu

aku tak mengerti sayang
mengapa rasa ini selalu sulit untuk ku pendam
aku tak paham sayang
mengapa rindu ini selalu berkubar ingin disuarakan
aku tak tau sayang
mengapa pada akhirnya hanya kamu yang selalu terfikirkan
aku tak pernah seperti ini sebelumnya
pada masa yang tlah ku lalui sebelumnya
aku sering bermain dalam hal suka
berpindah sesukanya
melalang buana dan mencari yang lainnya
tapi denganmu segalanya berubah
segalanya berpindah
seluruhnya berhenti
diriku terpatri
akan sosokmu yang menawan dan menenangkan hati
aku mencintamu kasih
bersama kurangnya diri ini
aku mencintamu kasih
bersama burukku akan yang dulu
aku mencintamu kasih
maka beri aku waktu tuk buktikan semua ini
dimana aku memang berubah tak seperti sebelumnya
dimana kini hanya kamu saja
yang berada dalam rongga dada

Rabu, 27 Mei 2015

Ku harap

Tuhan.
Aku mencintainya.
Entah mengapa.
Yakinku ada padanya.
Tak lagi tanya.
Tp pernyataan yang ku tunjukkan padanya.
Tak ada lagi resah.
Karena ia tlah tunjukkan yang ku ragukan.
Ia yakinkan segala kegundahan.
Ia terangkan segala keabu-abuan.
Aku sempat takut berpegangan.
Tp tangannya begitu kokoh menenangkan.
Aku sempat takut tuk mengenggamnya berjalan.
Tp ia tetap membopongku tuk terus melangkah kedepan.
Kini tlah duabulan
Aku mulai mengenggam tangannya tenang
Aku mulai mendekap bahunya teduh
Aku mulai percaya
Bahwa kini yang Kau titipkan tlah tiba
Aku mulai percaya
Bahwa tak semua pria sama
Aku mulai percaya
Bahwa kini aku tlah punya dia
Aku mulai percaya
Bahwa hatinya hanya untukku saja
Ku harap ini semua tak lagi maya
Tak lagi gombalan manis seorang pria untuk wanitanya
Ku harap semua ini Kau perkokoh dalam ikatan nyata
Dimana kelak halal berlingkar dalam hubunganku dengannya
Ku harap, Kau percepat segalanya
Ku harap, Kau awetkan segala cintanya untukku
Ku harap, keluargaku dan keluarganya dapat saling menyatu
Saling mengisi dalam keluarga yang utuh

Untukmu

Untukmu
Satu-satunya lelaki yang bukan keluargaku
Tp berkorban melebihi dr yang aku mau
Untukmu
Satu-satunya lelaki yang menempati hatiku
Dan mengisi segala celah kurangnya aku
Untukmu
Yang kini ku cinta hingga waktu yang tak pernah ku duga
Untukmu
aku begitu mencintamu dengan segala kelembutan yang kau cipta
Sungguh.
Tak ada kurang yang ku rasa
Malah kau berikanku lebih dari apa yang ku kira
Sungguh.
Aku mendapatkan apa yang ku mau darimu
Sosok yang begitu ku rindu
Penggenap atas segala ganjilnya aku
Sosok yang begitu ku tunggu
Atas kamu yang dari dulu ku cari dan baru saja kita bertemu
Dua bulan yang lalu
Kita coba menyatu
Dan ku rasa kita lebih dari kuantitas yang ada
Dimana angka dua bukanlah arti yang sebenarnya
Karena sikapmu begitu dekat melebihi kata dua
Bahkan tak ada lagi jarak atas kita

Minggu, 24 Mei 2015

Ingin bersamamu

Aku selalu ingin bersamamu
Mendaki tempat yang tak pernah ku tau
Menyelusuri bebatuan yang tak pernah ku injak
Aku ingin selalu bersamamu
Tertawa riang hingga berada diketinggian
Menghidup edelweis dengan penuh kebanggaan
Bersamamu yang selalu ku inginkan
Menerima hangat senja bersama pelukan
Serta menelisir dingin dalam kecupan
Aku ingin bersamamu sayang
Merangkai hari dengan penuh riang
Berada ditempat yang selalu ku impikan.
Kelak. Aku hanya ingin denganmu sayang.
Ku harap Pencipta mengabulkan
Segala harap yang selalu kita pintakan
Dimana aku ingin kita selalu berdampingan
Dan kaupun ingin hanya ada aku yang selalu memberimu kehidupan.
Aku hanya ingin denganmu sayang.
Menikmati segala kurangnya keadaan
Serta belajar tuk saling melengkapkan
Walau pada kenyataan
Akulah si pemilik kurang
Dan kaulah pengenap atas ganjil yg ku kurangkan.

Kelak

Kelak.
Pada saat yang memang tlah tepat
Aku hanya ingin kau rengkuh dan kau dekap
Menatap mentari menyongsong hari
Menunduk teduh karena senja tlah hadir tuk mengundurkan diri
Kelak.
Pada saat yang tlah kita tentukan
Ku harap Pencipta mengizinkan
Tuk kita sllu bergandengan tangan
Menggapai akhirat dengan keindahan
Kelak.
Saat kita tlah beriringan
Ijinkan hanya aku yang menjadi pemenang
Yang selalu merengkuhmu kala dinginnya malam
Memberikan hangat saat tubuhmu gemetaran
Kelak.
Ijinkan aku yang selalu mengurusmu sayang
Menikmati peran sebagai perempuan
Dengan penuh sabar dan kelembutan
Mendekapmu dan memberikan perawatan
Kelak.
Ijinkan aku haturkan
Segala sikap dan perlakuan penuh keistimewan
Yang hanya kan ku persembahkan
Padamu sang calon imam

Rabu, 20 Mei 2015

Karena aku

Karena aku punya celah kurang
Karena kamu ku anggap bukan org  lain lagi sayang
Tp nyatanya sikapku hanya mengecewakan
Membuatmu risih tak karuan
Aku tak lg ingin membahas yg mengacu pd pertengkaran
Hanya ingin diam
Lalu katamu aku males pada hal yang sepele tak berkewajaran
Lalu aku harus bersikap apa sayang?
Saatku pilih diam
Dan kau malah yg memperpanjang?
Lalu kau bilang aku mengecewakan?

Minggu, 10 Mei 2015

Tanya?

Sekali dua kali
Ah sudah biasa
Tapi rasanya aku mulai tak dipercaya
Bahwa aku juga mampu arungi waktu denganmu berdua
Mereka bertanya
Berulang tanpa kenal selang
Lagi-lagi diungkapkan
Masihkah aku denganmu sayang?
Kata mereka yang melihat kulit luar
LDR tak segampang itu katanya sayang
Tp menurutku tak sesulit yang mereka bayangkan
Toh buktinya kita masih beriringan
Memandang langit yang pernah redup menerangkan
Aku masih punya kamu sayang
Kalaupun mereka tak yakin kita mampu bertahan
Yang penting saat ini kita masih beriringan

Terbangun

Aku kembali terbangun
Setelah tidurku yang meninggalkanmu
Lalu kamu membangunkanku di sepertiga malamnya
Ini bukan yang pertama
Ku harap takkan menjadi akhir jua
Karena ku ingin selamanya
Terbangun bersama di sepertiga malam kita
Dimana saat hari senin dan kamis kita berpuasa bersama
Menahan dahaga dan duka berdua
Sungguh ku ingin seperti ini selamanya
Melakukan sunnah bersama
Kelak saat kita tlah nyata
Ku harap aku yang lebh awal bangun sebelumnya
Menyiapkan segala sajian untk kau makan berpuasa
Lalu membangunkanmu penuh bahagia
Dan kita mulai tahajud bersama
Bertasbih berdua
Setelahnya barulah kita makan berdua
Duhai cinta
Ku harap ini semua kelak kan nyata
Bersatu dalam ikatan yang di ikat OlehNya

Sengaja

Aku sengaja tak memberikannya padamu
Tak memberikan puisi padamu
Tp kini sesekali ku tulis dalam blogku
Yang pasti satu
Aku juga ingin kau tersenyum
Saat kamu temukan dirimu di dalam aku
Aku ingin kamu selalu merasa
Bahwa ada dirimu dalam aku
Aku selalu ingin membuatmu nyata
Walau kita tak selalu saling bertatap mata
Jarak bukanlah apa-apa
Ia hanya sekedar pembatas
Membuktikan bahwa rindu itu ada
Menyatakan bahwa pertemuan adalah hal yang begitu berharga
Atas jarak yang nyata
Aku mulai sadar arti waktu kita bersama
Atas jarak yang ada
Aku mulai mengerti bahwa pemahaman perlu tuk saling bertoleransi
Atas jarak yang ada
Tak ada lagi raguku atas rasamu cinta
Walau jauh tak terpandang mata
Tp hatiku terpaut padamu sepenuhnya
Selamat senja
Walau matamu terlelap dalam maya
Aku disini mengenggammu bersama doa
Sambil menatap senja di ujung sana
Yang juga mengantarkan garis tawa penuh bangga
Bahwa aku kini tlah memilikimu cinta
Sosok yang sejak awal tlah memaut hatiku tuk tinggal disana
Pada hatimu yang ku sebut cinta

Kamu

Sosok yang manja memanjakanku
Tak hayal kadang membingungkan
Tp sikapmu sungguh ku rindukan
Banyak hal-hal yang mulai ku dapatkan
Tanpa sadar sebelum tidur ia selalu lakukan
Menelponku sebentar
Tak lama berselang ngantuk baginya datang
Betapa aku nyaman
Merasakan bahwa aku mampu menjadi penenang
Betapa impianku kini menjadi kenyataan
Sejak dirinya datang
Dan aku lambat laun mampu menjadi lebh santun beraturan
Aku selalu harap menjadi tempatnya pulang
Tanpa sadar ia lakukan yang ku impikan
Membuatku menjadi tempatnya berteduh dan mengeluh
Menceritahan segala resah dan pilu
Katanya aku menyejukkan
Tak jarang ia katakan bahwa aku juga menenangkan
Syukurku padaMu Tuhan
Atas sekian banyak nikmat yang Tlah Kau titipkan
Semoga aku selalu mengisi kehidupan
Dimana tiap kurangnya ku tutupi dengan penuh kasih sayang
Selamat tidur kesayangan
Senja melihatmu dari kejauhan
Dan tersenyum bangga karena akulah penyebab kau dapat tidur siang

Sabtu, 09 Mei 2015

Sayang.

Maaf. Aku merapelmu dalam satu waktu Sebetulnya sudh banyak puisi untukmu Tp rasanya dua buku belum lah cukup tuk utarakan rasaku. Ku harap,aku selalu memiliki banyak waktu. Tuk terus merajut kisahmu dan kisahku. Walau jarak tak pernah mendekatkan kau dan aku. Tp ku yakin hatimu selalu ada aku. Teruntuk kamu yang masih saja jauh. Ku harap kelak kita selalu menyatu. Berada dalam kota yang satu. Menikmati segala sukaku dan sukamu. Menjadi kita tak lagi hanya aku dan kanu. Kelak. Maafkan aku, pabila ragu menghampiri hatimu. Yang pasti satu. Lihat kembali kumpulan puisi-puisi dalam bukumu. Maka kau kan kembali rasakan. Segala getar dan debar yang selalu ku kirimkan.

Tangerang-Kudus

Ada jarak yang menghadang
Kala cinta minta disandingkan
Ku kira takkan mungkin bertahan
Tp nyatanya mampu juga berjalan
Walau kadang tertatih
Menahan rindu yang terkungkung dalam
Rindu sllu ingin disalurkan
Menatap mantap pasangan
Menyambut lembut sapaan
Belum ada satu bulan
Tp rindu tertumpuk tak dapat ditahan
Emosi bergejolak
Berseteru ingin menang
Menghadap temu tuk beriringan
Tp apalah daya aku ini sebagai insan
Yang terlihat kecil atas jarak yang terpajang
Andai kita dapat temukan
Segala harap dan impian
menjemput temu dan melepas kerinduan
Tp apalah daya insan
Yang hanya bisa berharap pada Tuhan
Tuk menghadiahi temu-temu yang berkelanjutan

Kamu

Kamu yang dulu terlihat cuek dan mengacuhkanku
Kamu yang seakan kuat tanpa ada keluh
Kamu yang menyongsong saat aku dulu sempat jatuh
Tp kini aku lebih mengenalmu
Pribadi yang jauh lebih lembut dariku
Perasaanmu tajam menyejukkanku
Terkadang membuatku malu
Karena aku mash saja tak tau diri menyakitimu
Membuatmu merinti pedih
Atas air mata yang menetes dan isakan yang merindukan
Sungguh. Maafkan aku sayang.
Atas cintaku yang masih memiliki kurang.
Tp sungguh
Aku bersyukur atas hadirmu sayang
Yang masih mau berdiri tegap berdampingan
Walau sering sikapku menyakitkan
Tp kamu terus mempertahankan
Bersama lembut dan kesabaran
Semoga kelak kita selalu berdampingan
Sampai halal ada dalam genggaman.

-SaidAbdulMuthalib

Kamis, 07 Mei 2015

SaidAbdulMuthalib

Aku mencintamu
Bersama sendunya rasamu
Aku mencintamu
Dalam rindu yang kita rajut berdua
Pada malam-malam sebelumnya
Kita bertengkar tanpa jeda
Aku mulai lelah menghadapinya
Namun akhirnya ketahuan juga
Bahwa rindu itu terlampau ingin nyata
Rindu ingin hadir dlm temu kita
Dan aku baru tersadar juga
Bahwa benar atas pertengkaran kita
Hadir hanya karena rindu yang tersumbat dalam dada
Maaf atas segala sikap yang ada
Yg akhirnya membuat kita saling lelah dan berunjar pasrah
Aku tetap bersyukur atas kita
Atas kamu yg selalu mempertahakan ini semua
Aku tetap bersyukur atas kita
Walau jarak begitu menyiksa
Namun kuat terasa di dalamnya
Terima kasih atas ini semua
Ku harap kelak kita kan nyata
Mengarungi hidup bersama
Dengan impian-impian kita

Sabtu, 25 April 2015

SaidAbdulMuthalib

Masih ingat september lalu?
Bagaimana awal ada temu.
Diam. Mengamati. Dan berlalu
Ku kira takkan ada kita.
Tp entah mengapa sejak temu awal itu
Semua yakinku ada
Bahwa kita kelak kan bersama.
Ingat bagaimana awalnya?
Saat kau pergi dan kembali
Lalu datang dan pergi lagi.
Aku kira semua hanya hiburan
Yang datang silih berganti
Nyatanya awal tahun kita bertemu lebh baik lagi
Berkenalan.
Memberi ruang tuk saling mengisi kehidupan
Hingga waktu yang ku tunggu itu datang.
Kau nyatakan yang kau inginkan.
Kau ucapkan apa yang kau rasanya.
Kau jabarkan rasa yang datang sejak awal.
Sejak september dikota penuh kenangan.
Jogjakarta penuh cinta.
Ah aku mash suka tak menyangka
Bahwa kita kini nyata.
Saling mengisi
Saling mengingatkan
Hingga saling menertawakan.
Betapa beruntung aku punya kau kesayangan.
Yang mau memakan masakan asin tak mengenakkan.
Betapa beruntung aku punya kau kesayangan.
Yang mau datang ke tangerang.
Hanya tuk menyatakan bahwa rindu minta ditemukan.
Terimakasih ataa kau kesayangan.
Yang selalu mau mengenggam tanganku tanpa keraguan

Aceh

Untukmu yang jauh disana.
Yang ku anggap sahabat sepenuhnya.
Kembalilah kalau memang nyamanmu mash tersisa.
Aku mash disini menunggumu dengan setia.
Sungguh.
Bukan tak ingin ku menyapa
Hanya takutku terlampau kuat hadirnya
Maafkan atas salah yang ada
Andai bsa ku ulang waktu
Tak ada niat sedikitpun menyakitimu
Tapi yasudah.
Biar waktu yang menghapus kecewamu
Sungguh maafkan aku
Yang tak bsa menjadi teman baikmu.
Sungguh maafkan aku
Yang terlampau sering mengecewakanmu
Hingga akhirnya kau jauh
Dan tak pernah menyapaku.

-HU :")

Minggu, 01 Maret 2015

Harus apa.

Kala yang lain membuatku percaya
Bahwa kita hanya saling mengisi kala sepi tiba
Bahwa kita hanya saling ada saat sibuk tak ada
Tp entah mengapa aku percaya
Bahwa kita butuh ada
Bahwa aku butuh menjalankan proses ini semua
Entah mengapa.
Aku merasa harus lalui ini semua.
Melalui masa dimana aku belajar memahami yang ada
Belajar tulus akan hadir dan pergimu cinta
Andai kan aku bsa jabarkan pada mereka
Bahwa hal ini memang yang ku pilih dan ingin ku lalui kehadirannya
Bisakah kamu yakinkan aku juga?
Bahwa aku tak salah lagi menetapkan atas apa yang ingin ku jalankan?

Kamis, 19 Februari 2015

Hanya percaya

Padamu yang tak terlihat mata. Yang tak bisa ku awasi setiap detiknya. Hanya kata percaya yang bsa menjaga. Hanya kata percaya yang membuat kita tetap bersama. Aku semakin takut akan jarak. Tp kau usaha yakinkan dgn bukti nyata. Seperti malam-malam sebelumnya. Aku merengus kesal karena kamu tak ada. Aku menunggu dalam diam. Mencari namun tak bersuara. Ingin menuntut tp di awal aku janjikan aku ingin bersikap dewasa. Akhirnya aku merengek juga. Hpmu sebagai alat komunikasi kita mati juga. Lupa charger katanya. Ah yasudah aku percaya. Yang penting kan sudah tak kenapa-kenapa. Lalu baru saja semalam. Hilang begitu saja habis magrib. Ku kira kau kemana. Lagi-lagi dengan teman sebayamu. Aku sudah merengek seperti anak tk. fikiran negatif melayang dimana-mana. Aku mengadu padamu. Bahwa aku mikir yang aneh-aneh. Lalu ucapmu sati. Jangan. Gaboleh mikir aneh-aneh. Aku hanya membacanya. Tak lama detik berikutnya. Potret itu ada. Menandakan tak ada bohong dalam kita. Ah lagi-lagi aku percaya. Dan cukup hanya " percaya" kau akan tenang hidup di dalamnya. Cukup hanya "percaya" maka bahagiapun ada tergenggam oleh tangan kita.

Selamat terbentang jarak yang ada. Aku takkan menyerah pada fikiran-fikiran buruk tentangnya. Aku akan percaya. Dan cukup kata percaya. Yang akan menguatkan ini semua.

Kamis, 08 Januari 2015

Jelajah

Ini malam
Aku coba jelajah
Menjajal yang ku kira pas
Nyatanya masih belum menu juga
Ada ssja celahnya
Ada titik yang tak ku suka
Pasti ada saja

Jumat, 02 Januari 2015

Terbenam rindu

Aku terbenam rindu
Karena terlampau sering menumpuknya dalam kalbu
Aku menantimu
Hingga mimpipun beredar akan angan tentangmu
Aku merindu
Merindu kepulanganmu pada hatiku
Aku memimpikanmu
Bertemu dan saling berucap rindu
Dimana kamu?
Aku menunggumu
Bersama rindu yang ku tumpuk tak kenal waktu