Sabtu, 25 April 2015

SaidAbdulMuthalib

Masih ingat september lalu?
Bagaimana awal ada temu.
Diam. Mengamati. Dan berlalu
Ku kira takkan ada kita.
Tp entah mengapa sejak temu awal itu
Semua yakinku ada
Bahwa kita kelak kan bersama.
Ingat bagaimana awalnya?
Saat kau pergi dan kembali
Lalu datang dan pergi lagi.
Aku kira semua hanya hiburan
Yang datang silih berganti
Nyatanya awal tahun kita bertemu lebh baik lagi
Berkenalan.
Memberi ruang tuk saling mengisi kehidupan
Hingga waktu yang ku tunggu itu datang.
Kau nyatakan yang kau inginkan.
Kau ucapkan apa yang kau rasanya.
Kau jabarkan rasa yang datang sejak awal.
Sejak september dikota penuh kenangan.
Jogjakarta penuh cinta.
Ah aku mash suka tak menyangka
Bahwa kita kini nyata.
Saling mengisi
Saling mengingatkan
Hingga saling menertawakan.
Betapa beruntung aku punya kau kesayangan.
Yang mau memakan masakan asin tak mengenakkan.
Betapa beruntung aku punya kau kesayangan.
Yang mau datang ke tangerang.
Hanya tuk menyatakan bahwa rindu minta ditemukan.
Terimakasih ataa kau kesayangan.
Yang selalu mau mengenggam tanganku tanpa keraguan

Aceh

Untukmu yang jauh disana.
Yang ku anggap sahabat sepenuhnya.
Kembalilah kalau memang nyamanmu mash tersisa.
Aku mash disini menunggumu dengan setia.
Sungguh.
Bukan tak ingin ku menyapa
Hanya takutku terlampau kuat hadirnya
Maafkan atas salah yang ada
Andai bsa ku ulang waktu
Tak ada niat sedikitpun menyakitimu
Tapi yasudah.
Biar waktu yang menghapus kecewamu
Sungguh maafkan aku
Yang tak bsa menjadi teman baikmu.
Sungguh maafkan aku
Yang terlampau sering mengecewakanmu
Hingga akhirnya kau jauh
Dan tak pernah menyapaku.

-HU :")