Sabtu, 09 Mei 2015

Sayang.

Maaf. Aku merapelmu dalam satu waktu Sebetulnya sudh banyak puisi untukmu Tp rasanya dua buku belum lah cukup tuk utarakan rasaku. Ku harap,aku selalu memiliki banyak waktu. Tuk terus merajut kisahmu dan kisahku. Walau jarak tak pernah mendekatkan kau dan aku. Tp ku yakin hatimu selalu ada aku. Teruntuk kamu yang masih saja jauh. Ku harap kelak kita selalu menyatu. Berada dalam kota yang satu. Menikmati segala sukaku dan sukamu. Menjadi kita tak lagi hanya aku dan kanu. Kelak. Maafkan aku, pabila ragu menghampiri hatimu. Yang pasti satu. Lihat kembali kumpulan puisi-puisi dalam bukumu. Maka kau kan kembali rasakan. Segala getar dan debar yang selalu ku kirimkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar