Minggu, 27 September 2015

Kamu

Aku bersyukur
Atas di hadirkannya kamu
Aku bersyukur
Atas dititipkannya kamu padaku
Aku bersyukur
Atas segala garis yang tlah Pencipta berikan untukku
Kamu salah satu hal yang patut ku syukuri
Atas Ia yang mengijinkan hariku di isi olehmu
Atas Ia yang mengijinkan hatimu terisi olehku
Atas Ia yang kini tlah menjadikan kita sllu bersama
Atas hadirmu yang selalu merubah hariku
Atas hadirmu yang gulirkan semangat-semangat mimpiku
Atas kamu.
Yang selalu membentuk aku menjadi aku yang baru
Atas kamu
Yang sllu mendukungku atas segala pilihan hidupku
Aku bersyukur atas kamu
Harapku
Cukup kamu dalam hidupku
Dalam segala perjalanan kisahku
Dari kini
Hingga menua nanti

Jumat, 18 September 2015

Sebetulnya

Sebetulnya ini yang aku takutkan
Sekitarmu mengira aku melarangmu
Mengira aku tak mengijinkanmu bercengkrama
Mengira aku tak membiarkanmu bermain seperti biasanya
Sebetulnya ini yang aku takutkan
Saat ada yang lain merasa porsinya terambil
Saat yang lain merasa kebiasaannya berubah
Saat yang lain merasa ada yang hilang dari satu kesatuan mereka
Sebetulnya ini yang aku takutkan
Saat semakin banyak org yang membenciku
Karena mereka berfikir aku melarangmu
Membatasi waktumu
Memberi ruang agar kalian tak bertemu
Tapi sungguh
Tak pernah ada dalam benakku
Tuk mengubahmu
Tuk Mengambilmu dari siapapun yg merasa memilikimu
Tuk memintamu hanya ada untukku
Sungguh.
Ini yang aku takutkan
Atas segelintir orang
Yang merasa miliknya terambil olehku
Saat punyanya lebih berfokus dengan hubungannya denganku
Saat kepemilikannya pergi dan jauh.
Maaf atas hilaf yang terucap
Atas sikap yang membuatmu tak enak
Tp sungguh
Aku tak pernah memintanya pergi darimu
Dari kalian teman seperjuangan
Dari kalian teman yang jauh lebih dulu saling mengenal
Dari kelian teman yg dekat ketimbang aku yg jauh
Maka maafkan aku
Pabila banyak yg menganjal dalam hatimu
Maka maafkan aku
Yang tak menimbulkan banyak beda antara kau dengan teman dekatku

Senyap

Aku diam
Mencari tenang yg dalam
Ku selusuri segala ruang
Nyatanya tak juga menenangkan
Aku ingin kembali pulang
Pada hatimu seorang
Tp itu takkan bisa ku dapatkan
Hingga Pencipta memanggilku padaNya
Aku ingin berdampingan
Sejak kau pergi meninggalkan
Aku ingin di dekapmu dalam pelukan
Hingga selalu berharap tuk dalam memimpikan
Tp hadirmu tak pernah datang
Walau hanya dalam mimpi malam
Dan aku hanya bisa meramalkan
Membayangkanmu dlm ingatan.
Dan aku merindukanmu sayang.
Tak ada yg mengertiku
Seperti kau pahami bocah kecilmu
Aku ingin cepet di dekap olehmu
Seperti kau lindungi aku dulu
Aku lelah dgn duniaku
Ingin denganmu
Tp takutku satu
Sampai saat ini aku blm bsa bahagiakan org tuaku
Jd mana bsa aku tetap ngotot bertemu kamu
Sedangkan membahagiakan org tuakupun aku blm mampu.

Aku ingat waktu itu

Aku ingat waktu itu
Beberapa bulan setelah mbah kakung meninggalkanmu
Aku tau cinta kalian terpaut rindu
Akan temu di alam yg nanti jga aku disitu
Tp tak taukah kamu?
Betapa cintaku disini untukmu?
Aku merindumu
Hingga isakku tak bsa berhenti
Bila rindu ini datang menghampiriku
Aku ingat hari itu
Aku masih terlampau kecil tuk kehilanganmu
Mimpiku gugur bersamaan dengan harapku yang tumbuh
Aku merindumu.
Aku ingat waktu itu
Bagaimana kerenda itu tergotong
Bagaimana tanah menutupmu secangkul demi cangkul
Bagaimana langkahku pergi dan meninggalkanmu
Bagaimana aku harus berhadapan dgn impianku dan aku tak dapat mencapai hal itu
Bagaimana kini aku sulit menemukan sosok yang sepertimu
Yang membuatku nyaman walau tak nyata
Yang membuatku tenang bercerita walau ku tau tak ada sosok yg ku lihat oleh mata?
Bagaimana bisa?
Aku mencintamu sosok yang sudh tak ada
Betapa aku mencintamu sebegininya.
Seharusnya aku lebih mencintai Pencipta.
Tp bukankah rasa cintaku padamu juga rasa yg Pencipta berikan padaku?

Dari aku. Bocah kecil yang selalu merindumu.

Dan aku merindunya.

Dan aku merindunya
Sosok yang sudah tak bsa lagi ku pegang
Yang hanya bisa ku sentuh dalam hayalan
Dan ku dekap dalam bait-bait kata
Ku sebutnya doa
Dan aku selalu merindukannya
Sosok yang tak bisa lagi ku sentuh
Hanya bsa ku jamah sesekali waktu
Itupun hanya melalui anganku
Dan aku selalu merindu
Pada sosoknya yang mencintaku penuh
Yg memberi ruang dalam gerak hidupku
Memberi bebas akan tingkahku
Dan aku selalu merindumu
Sosok yang sampai saat ini tak bisa ku biarkan jauh dariku
Sosok yang selalu ku ikat dalam hatiku
Dan aku merindumu
Rintik hujan sulit berhenti
Kala dendang ingatan berputar akanmu
Aku merindumu
Masa kecilku
Kata andaiku selalu saja datang
Membuatku tak bersyukur atas takdir yg di ciptakan
Tp apa mau dikatakan
Bahwa aku selalu merindumu
Rindu akan diriku

-ngawi, beberapatahun lalu. Dan jejakmu takkan hilang dariku-

Senin, 14 September 2015

Cinta, dewasa?

Aku ingin mencintamu dengan dewasa
Memberimu bebas
Aku ingin mencintamu dengan dewasa
Dengan segala kurang dan keterbatasan yang kita punya
Aku ingin mencintamu dengan dewasa
Dengan tetap berdiri menunggu tanpa berpaling pada yang lainnya
Aku ingin mencintamu dengan dewasa
Tanpa menuntut hal yang tidak sepantasnya
Aku ingin mecintamu dengan dewasa
Dengan mendukung apapun pilihan yang kau tetapkan jalannya.

Kamis, 03 September 2015

3 september 2015

Aku tak punya hal lain. Yang pasti hanya kamu dalam rotasi. Dalam peredaranku. Seperti jadwal bulanan. Ada saja hal yang membuatku mengusik tenangmu. Tenang hubungan aku denganmu. Entah cemburuku. Atau egoisku. Atau apapun tentang keras kepalaku. Siang tadi. Kami sama-sama lelah. Maksudku ia berhenti. Ia berhenti untuk mengalah. Ia berhenti untuk semuanya. Ia berhenti untk diam. Ini kedua kalinya. Setelah awal 2minggu lalu aku meminta untk tak lagi bersama. Lalu ia memintaku untk pergi darinya. Dan prak. Dia jatuh dr motor. Kakinya menjadi korban atas pertengkaran. Setelah itu janjiku ada. Bahwa takkan lagi melukai hatinya. Tp siang tadi. Aku memeluk sambil menikam kembali hatinya. Maka maafkan aku cinta. Yang terlampau egois meminta.
Siang tadi kami saling melepas. Membiarkan hati kami terombang ambing. Akhirnya kami benar-benar melepas. Menentukan pilihan. Menentukan jalan. Untuk aku. Untuk dia. Dan kami tak lagi bersama. Aku menyesal akan semua. Aku menyesal atas sikapku yang berbeda persepsi dengannya. Aku menyesal atas egois yang ada. Tp kami diam bersama. Kami biarkan semuanya berkecamuk dalam hati yang berbeda. Aku biarkan sendiri membelenggu di antara keduanya. Aku diam. Ia diam. Kami berpisah. Aku mencoba meninggalkan. Hanya membaca pesannya. Membiarkan kata-kata itu bermain dalam hati dan logika. Aku rasa aku masih terlampau mencintai. Aku terlampau bergantung padanya. Tp gengsiku masih ada. Maka ku biarkan segala pesan-pesannya. Ku tinggalkan sebisanya. Ku jauhi ponselku sebisanya. Tp tidak bisa. Habis magrib kembali ku dekati, ada pesan darinya "Yang harus kamu tau, aku masih sayang sama kamu". Hatiku pun sama. Aku menyayanginya.  Atas kurangku ataupun kurangnya. Kami wajib saling menerima. Tak lama telpon darinya. Kami berbincang. Yang aku dengar hanya suaranya yang mendengung. Isakannya yang mulai reda. " kamu dimana?" // " aku dikamar" / blablabla.
.:. Aku kangen denger suaramu. -apalagi aku-
.:. Kalaupun tadi kita jadi putus. Aku gamau ada org yang tau kita putus, dan aku tetep pake foto path itu. Aku ga akan ganti foto path aku sampai kamu yg minta. Karena aku maunya nikahnya sama kamu. - hal apa lagi yg masih membuatmu ragu? Bila Pencipta tlah menitipkan seorang said untukmu?-
.:. Kalaupun td kita jadi putus. Aku mau kamu yakinin aku kalo aku kuat sendiri.  -Tuhan. Betapa Kau telah titipkan yang baik. Tp aku yg masih saja mengujinya dengan segalatingkah kekanakan-
Sedikit kata untukmu cinta. Maafkan aku yang masih egois dan keras kepala. Ijinkan aku tuk coba perbaiki semuanya. Ku harap kita kan selalu bersama. Sampai tua menyapa.

....

Bawa aku denganmu
Agar tak adalagi fikiran akan duniaku
Bawa aku bersamamu
Dalam alam tenang tanpa keributan
Ada kerinduan
Akan jemarimu yang selalu menuntunku
Bawa aku kembali ke masa itu
masa dimana kau selalu untukku
Bawa aku ke alammu
Yg tak adalagi keributan di duniaku
Aku ingin denganmu
Dengan tenang tanpa ketegangan.
Panggil aku agar aku denganmu

Hallo.

Hallo.
Saya jatuh lagi.
Setelah belajar berjalan
Tp gagal lagi.

Rabu, 02 September 2015

Yang aku tau adalah belajar

Yang aku tau dari belajar
Adalah memangkas hal-hal yang tidak disukai
Dan membentuk sikap sikap yang disukai
Menjadi org lain?
Mungkin.
Tp bukankah menjadi pribadi yang lebih baik
Juga merupakan sesuatu yang penting?
Kita hanya punya waktu
Yang bsa membawa ku pergi
Atau membawamu pergi
Dan aku tak ingin ada sesal nanti.