Kamis, 03 September 2015

3 september 2015

Aku tak punya hal lain. Yang pasti hanya kamu dalam rotasi. Dalam peredaranku. Seperti jadwal bulanan. Ada saja hal yang membuatku mengusik tenangmu. Tenang hubungan aku denganmu. Entah cemburuku. Atau egoisku. Atau apapun tentang keras kepalaku. Siang tadi. Kami sama-sama lelah. Maksudku ia berhenti. Ia berhenti untuk mengalah. Ia berhenti untuk semuanya. Ia berhenti untk diam. Ini kedua kalinya. Setelah awal 2minggu lalu aku meminta untk tak lagi bersama. Lalu ia memintaku untk pergi darinya. Dan prak. Dia jatuh dr motor. Kakinya menjadi korban atas pertengkaran. Setelah itu janjiku ada. Bahwa takkan lagi melukai hatinya. Tp siang tadi. Aku memeluk sambil menikam kembali hatinya. Maka maafkan aku cinta. Yang terlampau egois meminta.
Siang tadi kami saling melepas. Membiarkan hati kami terombang ambing. Akhirnya kami benar-benar melepas. Menentukan pilihan. Menentukan jalan. Untuk aku. Untuk dia. Dan kami tak lagi bersama. Aku menyesal akan semua. Aku menyesal atas sikapku yang berbeda persepsi dengannya. Aku menyesal atas egois yang ada. Tp kami diam bersama. Kami biarkan semuanya berkecamuk dalam hati yang berbeda. Aku biarkan sendiri membelenggu di antara keduanya. Aku diam. Ia diam. Kami berpisah. Aku mencoba meninggalkan. Hanya membaca pesannya. Membiarkan kata-kata itu bermain dalam hati dan logika. Aku rasa aku masih terlampau mencintai. Aku terlampau bergantung padanya. Tp gengsiku masih ada. Maka ku biarkan segala pesan-pesannya. Ku tinggalkan sebisanya. Ku jauhi ponselku sebisanya. Tp tidak bisa. Habis magrib kembali ku dekati, ada pesan darinya "Yang harus kamu tau, aku masih sayang sama kamu". Hatiku pun sama. Aku menyayanginya.  Atas kurangku ataupun kurangnya. Kami wajib saling menerima. Tak lama telpon darinya. Kami berbincang. Yang aku dengar hanya suaranya yang mendengung. Isakannya yang mulai reda. " kamu dimana?" // " aku dikamar" / blablabla.
.:. Aku kangen denger suaramu. -apalagi aku-
.:. Kalaupun tadi kita jadi putus. Aku gamau ada org yang tau kita putus, dan aku tetep pake foto path itu. Aku ga akan ganti foto path aku sampai kamu yg minta. Karena aku maunya nikahnya sama kamu. - hal apa lagi yg masih membuatmu ragu? Bila Pencipta tlah menitipkan seorang said untukmu?-
.:. Kalaupun td kita jadi putus. Aku mau kamu yakinin aku kalo aku kuat sendiri.  -Tuhan. Betapa Kau telah titipkan yang baik. Tp aku yg masih saja mengujinya dengan segalatingkah kekanakan-
Sedikit kata untukmu cinta. Maafkan aku yang masih egois dan keras kepala. Ijinkan aku tuk coba perbaiki semuanya. Ku harap kita kan selalu bersama. Sampai tua menyapa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar