Kamis, 24 Desember 2015

Aku

Bahkan aku pun tak ingin sendiri
Berada dalam bayangan semu ini
Aku ingin beranjak pergi
Tp nyaliku belm lah berani

Rabu, 23 Desember 2015

Bahkan

Bahkan aku bertanya pada diriku
Apalagi yg kau tunggu?
Apalagi yg menghambatmu?
Apalagi yg masih membebanimu?
Bahkan aku berulang bertanya pada diriku
Masihkah mau bertahan?
Masihkah mau mengenggam?
masihkah mau mencoba menjelaskan?
Bahkan setiap hari semakin banyak pertanyaan
Yang mengakar dan beranak pinak
Hingga semakin besar kemelut dalam benak

Jumat, 18 Desember 2015

Aku sadar

Dan kini aku sadar.
Bahwa tak harus lagi bersama.
Karena kita mencintai hal yg berbeda
Aku sipencinta sepi
Dan kamu yg hidup dalam ramai
Si aku pencinta malam dan tenang
Sedangkan kamu si siang yang penuh dengan keriangan
Ku kira berbeda bsa saling melengkapkan
Tp nyatanya dasar itu tak bsa kita berlakukan
Mungkin kita hanya akan bsa berjalan beriringan
Tp tidak untk menyatu menuju tujuan
Terimakasih memberi penyadaran
Bahwa kita memang tidak bsa dipersatukan

Aku.

Ingin rasanya ku ucapkan padamu.
Tentang dasar mengapa ku lakukan hal itu.
Apa katamu?
" kalau kamu hapus foto dia. Apa bedanya kamu dgn dia? Yg sudh menghapus jejak kalian saat bersama?"
Andai kau tau dasarnya.
Mengapa pada akhirnya ku hapuskan juga
Mengapa akhirnya ku lakukan hal itu jua.
Itu karena dia.
Dia sendiri yg berpesan
Bahwa jangan lagi ada bayangan masa lalu di saat skrg
Karena ia tak ingin ada sisa mantan dalam ingatan
Lalu salahkah bila ku juga lakukan seperti yg sempat ia katakan?
Bahkan ku rasa.
Aku berhak juga dihapus dari hidupnya.
Karena cepat atau lambat
Waktu kan hapus segalanya.
Entah cerita ataupun cinta.

Rabu, 16 Desember 2015

Andai

Andai.
Andai kamu tau.
Betapa aku masih mencintamu.
Andai.
Andai kamu tau.
Betapa aku masih suka menunggumu.
Waktu tlah mengajarkan.
Bahwa perpisahan merupakan jalan.
Tp haruskah terus seperti ini?

Minggu, 13 Desember 2015

Sepeninggalanmu

Sepeninggalanmu.
Aku semakin tau.
Byk hal yg harus di pangkas dalam aku.
Sepeninggalanmu.
Aku semakin sadar
Bahwa sikapku belumlah baik untk dijadikan pendamping kehidupan.
Sepeninggalanmu.
Aku coba bersyukur
Mungkin memang bukan kamu
Yang harus ku pertahankan.
Sepeninggalanmu.
Aku coba berdiam.
Dalam linang-linang pemikiran
Semua berkecamuk dalam.
Aku harus coba bergegas beranjak berjalan.
Sepeninggalanmu.
Aku coba belajar mengikhlaskan.
Semoga rejekiku kelak masih bsa dipertemukan.
Denganmu sosok yang ku anggap akhir dr perjalanan.
Sepeninggalanmu.
Aku coba belajar atas apa yang kau inginkan.
Mencoba mengontrol emosi dan egoisku yang sulit dipendam.
Aku coba smga bsa.
Aku tak ingin berubah hanya untk dpatkan kamu saja.
Akupun ingin berubah untk aku sepenuhnya.
Sepeninggalanmu.
Aku coba biarkan semua berjalan saja.
Tak ingin lagi memaksa
Apalagi menarikmu kembali dlm genggaman aku yang tak memiliki apa-apa.

Sabtu, 05 Desember 2015

Aku.

Aku terlampau mencintamu
Masih berharap kau kembali dgn belas kasihanmu
Tp aku sadar
Hubungan tak bsa berlandasan kasihan
Kita hebat
Bertahan 3bulan sampai akhirnya melepaskan
Sebetulnya aku masih mencintamu sayang
Tp aku sadar.
Kecewamu sulit disembuhkan
Butuh banyak waktu hingga ia kembali percaya akan sebuah hubungan
Dan mungkin bukan denganku nanti diperaduan
Aku masih merindumu
Bersama rintikan air mataku
Andai kau mampu pahami
Seberapa besar aku mencintamu kasih.
Mengapa kita berfokus pada salahnya ini
Mengapa tak bsa lagi berfokus atas pengorbanan yang tlah kita lalui?
Aku ingin teriak
Memberontak
Dan mencaci maki
Mengapa aku sebodoh ini
Tp apa daya
Aku ingin kau peka
Namun nyatanya aku tak bsa juga peka
Dan benar kata mereka
Pasangan adalah cermin kita
Maafkan aku tak sama
Yang dulu berikrar ingin mencintamu dgn sederhana
Tanpa menuntut
Tp nyatanya aku menuntut ini dan itu
Benar katamu
Tak ada pasangan yang bisa tulus memberi
Mereka juga ingin diperhatikan dan dipuji
Maafkan aku yang tak peka dgn semua ini
Hingga akhirnya kau pergi dan mungkin takkan kembali :))

Jumat, 04 Desember 2015

Prang

Prang.
Bising.
Ada yang jatuh.
Dan itu harapanku.
Segala yang awalnya aku tak percaya.
Segala yang awalnya aku menutup mata.
ia meyakinkanku hingga akhirnya aku ikut percaya.
Aku menjamah impianku
Menatanya.
Dan kini jatuh.
Saat sebelumnya ia berkata.
Kalau kita ga direstuin ya kita usaha kita coba sampai dapet restu.
Dan aku percaya.
Aku terpupuk oleh keyakinannya.
Aku tlah memercayai segala hal padanya.
Dan kini prang.
Jatuh.
Ia kembali berkata.
Aku bicara dahulu ke ibu.
Kalau direstui aku lamar kamu.
Kalau ga aku minta ibu cariin pendamping buat aku.
Prang.
Jatuh harapanku.
Saat aku tak percaya.
Ia buat aku ikut yakin akan semuanya
Dan yakinku ada.
Lalu semua begini adanya.
Saat aku gembor-gemborkan 3 tahun lagi semua akan nyata
Ternyata Allah hempaskan semua.
Allah ingin aku belajar lebih banyak dari sebelum-sebelumnya.
KataNya Aku harus Gagal kembali.
dan kini mataku mulai kembali terbuka
Ternyata benar
Tak ada manusia yg bisa di percaya sepenuhnya
Saat kau berikan semua
Maka kecewa yg kau tengak nantinya
Dan benar. Aku menenggak pahitnya nyata.
Impian memang selalu tentang bahagia.
Dan kenyataan memang wajib berlandaskan pahit pada part sebelumnya.
Aku sudah lakukan yang aku bisa
Allah mengujiku atas KecintaanNya
Semoga aku termasuk dlm golongan yg sedikit.
Yang sllu mengingatNya
Dalam suka ataupun duka
Maafkan aku atas sebelumnya
Yg hanya MelibatkanMu pada dukaku saja
Padahal KuasaMu begitu Megah tak terkira

Kamis, 03 Desember 2015

Life must go on.

Kalau ditanya. Menyesal kah?
Tidak.
Hidup harus bergerak.
Ini bagian yg harus dilewati.
Siap?
Siap tidak siap harus terus berjalan bukan?
Untuk segala masa lalu dibelakang
Aku telah ikhlaskan.
Kini blogku yg lalu hanya berisi dirimu sayang.
Aku kira saat di awal aku siap hapus semuanya.
Berarti kamu akhir atas pencarian.
Tp ternyata kita kembali berakhir sayang.
Sdgkan masa laluku yg dulu tlah terhapus semua.
Pdhl kelak yg baru.
Berhak tau.
Atas segala masa silam dan kelamku.
Terimakasih telah membantuku membuang banyak kenangan masa lalu.
Menghapus jejak mereka semua.
Dan kini yang tersisa tinggal jejakmu sayang.
Tp aku ikhlaskan segala kenang.
Terimakasih atas segala bulan-bulan pengorbanan
Terimakasih atas segala perasaan yg telah diberikan
Terimakasih atas banyaknya pembelajaran.
Maaf apabila akhir dr segalanya membuatmu kecewa
Maaf atas sikap yg akhirnya membuatmu berpandangan bahwa aku tak menghargai.
Maaf atas segala hal yang tak sempurna.
Aku rasa cukup.
Sampai berjumpa.
Sampai bertemu.
Pada part part selanjutnya.

Sampah

Aku hanya seogok sampah
Baunya tak sedap
Dipandang tak enak
Hanya seogok sampah
Yang dibuang
Oh bukan. Dibuang terlampau baik.
Tp dilempar.
Berada di ujung.
Jauh dari pandangan
Seogok sampah
Tak  ada satupun yg ingin melihatnya
Bahkan terkena baunya pun tak akan ada yg suka
Dan aku hanya seogok sampah