Jumat, 04 Desember 2015

Prang

Prang.
Bising.
Ada yang jatuh.
Dan itu harapanku.
Segala yang awalnya aku tak percaya.
Segala yang awalnya aku menutup mata.
ia meyakinkanku hingga akhirnya aku ikut percaya.
Aku menjamah impianku
Menatanya.
Dan kini jatuh.
Saat sebelumnya ia berkata.
Kalau kita ga direstuin ya kita usaha kita coba sampai dapet restu.
Dan aku percaya.
Aku terpupuk oleh keyakinannya.
Aku tlah memercayai segala hal padanya.
Dan kini prang.
Jatuh.
Ia kembali berkata.
Aku bicara dahulu ke ibu.
Kalau direstui aku lamar kamu.
Kalau ga aku minta ibu cariin pendamping buat aku.
Prang.
Jatuh harapanku.
Saat aku tak percaya.
Ia buat aku ikut yakin akan semuanya
Dan yakinku ada.
Lalu semua begini adanya.
Saat aku gembor-gemborkan 3 tahun lagi semua akan nyata
Ternyata Allah hempaskan semua.
Allah ingin aku belajar lebih banyak dari sebelum-sebelumnya.
KataNya Aku harus Gagal kembali.
dan kini mataku mulai kembali terbuka
Ternyata benar
Tak ada manusia yg bisa di percaya sepenuhnya
Saat kau berikan semua
Maka kecewa yg kau tengak nantinya
Dan benar. Aku menenggak pahitnya nyata.
Impian memang selalu tentang bahagia.
Dan kenyataan memang wajib berlandaskan pahit pada part sebelumnya.
Aku sudah lakukan yang aku bisa
Allah mengujiku atas KecintaanNya
Semoga aku termasuk dlm golongan yg sedikit.
Yang sllu mengingatNya
Dalam suka ataupun duka
Maafkan aku atas sebelumnya
Yg hanya MelibatkanMu pada dukaku saja
Padahal KuasaMu begitu Megah tak terkira

Tidak ada komentar:

Posting Komentar