Kamis, 28 April 2016

Benci

Bahkan aku. Sangat membenci diriku. Karena bodohnya terbuai cinta yang dulu. Aku. Sangat membenci diriku. Bila teringat akan usaha-usaha yang dulu. Aku. Sangat membenci diriku. Karena berbohong kepada ayah ibu. Hanya untk bertemu kamu. Dan aku. Teramat membenci diriku yang dulu. Yang begitu mencintamu.

aku

aku, seharusnya remuk redam karena kehilanganmu.
aku, harusnya tersungkur dan hilang hingga tak kelihatan.
tapi mengapa malah aku seakan semua berjalan tanpa ada yang hilang.
walau kenyataannya kini kau benar-benar hilang dan tak lagi bisa ku jadikan tempat pulang.
kau tau tentang kecewa?
bahkan kecewa itu sudah ku maafkan.
padahl dulu sulit sekali membiarkanmu untuk hilang
namun kini aku belaajar
tak ada hal yang harus dipaksakan terlalu dalam
semua yang kita genggam ada masanya
ada saatnya berpindah tangan
dan aku ikhlas akan setiap kemungkinan yang akan datang
karena aku, lebih ikhlas dalam kesendirian
ada hal-hal yang harus kita fokuskan
ada hal-hal yang memang wajib kita kejar
usia memberi pembelajaran
bahwa hidup memang ada di depan
bahwa hidup adalah tentang mengejar
dan aku.
akan mengejar apapun yang ku rasa pantas untuk diperjuangkan
dan aku.
akan membiarkan apapun yang sekiranya tak bisa dipertahankan.

hallo. april. im back.

pada april yang mulai hujan datang
pada musim yang seharusnya gerang
dan kini mendadak berubah menjadi kelabu dan sedikit kelam
kadang sesekali basah itu datang
bersama dengan trotoar-trotoar jalan yang kasar
pada langit-langit yang terang
ia datang
membasahi trotoar yang gersang
mungkin ia tau
bahwa hatiku sama
gersang dalam beberapa bulan
hingga akhirnya iapun memilih untuk datang