Kamis, 05 Mei 2016

Maaf. Teruntuk janji.

Maaf. Teruntuk janjiku padamu. Teruntuk kataku yang menunggumu hingga maret tahun depan yang kan datang itu. Maaf. Aku tak bsa penuhi janjiku. Dan nanti jangan lagi kau tagih akan perkataanku itu. Karena aku takkan mampu melakukan hal itu. Karena akhirnya kamulah yg pergi dari sisiku. Meninggalkan pintu rumahku. Dan kini kau tlah pergi sejauh yang kau mampu. Semoga di ujung sana kau menemukan aku-aku yang lainnya. Yang mencintamu. Karena cintaku tak lagi kamu. Setelah sekian banyaknya kecewaku padamu. Sadarku datang. Logikakupun mulai menyuarakan keinginan. Bahwa hidupku bukan lagi hanya untk menunggumu seorang. Karena diluar sana ada sosok yang juga berusaha untk menyeimbangkan. Dan aku, tak mungkin hanya terpaku padamu dan menyia-yiakan yang sedang mengusahakan. Maka, maafkan aku yang tak lagi bsa melihat ke belakang. Karena wajahku ada di depan. Untuk menatap sosok yang kini ada disisiku tuk berdampingan. Maaf. Bila ini terlampau cepat bagimu. Karena bagiku, mungkin tak adalagi hal yang bisa kita perbaiki. Dan betul. Setiap pembelajaran memang harus dipraktekkan. Terimakasih atas waktu yang selama ini telah kau siapkan. Terimakasih atas pemutusan hubungan dari beberapa bulan yg lalu dan coba ku pertahankan. Terimakasih sudh banyak memberikanku pembelajaran..hingga akhirnya aku menemukan yang memang membuatku nyaman. Maaf bila akhirnya kau merasa terbohongi. Karena sebetulnya akupun ingin menantimu disini. Tp waktu selalu beranjak. Dan kau tak pernah berjalan menuju hal yang ku impikan. Kau membiarkanku menunggu hingga jenuhku datang. Dan akhirnya ada dia yang coba selalu membuatku nyaman. Dan memang hanya kenyamanan dan ketenanganlah yang ku butuhkan. Dimana hal itulah tempatku untuk kembali pulang. Selamat berpisah teman seperjalanan. Terimakasih atas satu tahun yang pernah kita lewatkan. Kau teman yang baik di setiap kesempatan. Bersama kecewa kau ku tinggalkan. Semoga kau sllu dapatkan limpahan kebahagiaan.
Jangan lupa umi ya. Dibahagiain..baik-baik untk kedepannya. Semoga cepet ketemu calon istri yang baik untk menemani perjalananmu ke depan yang jauh lebih panjang.

Rabu, 04 Mei 2016

Pada akhirnya

Sampai pada akhirnya yang mengajakku bangkitpun kembali membuatku terhenti. Enggan sekali rasanya. Bila harus berjalan dan mencoba lagi. Sampai pada akhirnya aku pahami. Bahwa diluar sana ada yg di prioritaskan selain aku ini. Sampai pada akhirnya aku pahami. Bahwa selama ini kami hanya bersikap saling menghibur dan menemani. Hingga akhirnya aku harus paham. Bahwa bukan ketakutan akan ia pergi yang ku tangisi. Melainkan ketakutan bila diri ini harus sendiri seperti ini. Sampai akhirnya aku pahami. Bahwa setiap orang sudah memiliki alurnya sendiri. Dan akupun begitu. Harusnya saatku bilang aku tak ingin memiliki. Aku mampu melaksanakan apa yang ku ucap tadi. Tapi nyatanya hati ini bergejolak kembali. Ingin mendekap dan mencintamu penuh kasih. Sampai pada akhurnya aku pahami. Mungkin memant harus mundur disini. Tak lagi ikut menyongsong harimu nanti. Sampai ketemu dilain kesempatan lagi. Hingga kau paham apa alasanmu untuk melanjutkan semua ini. Dan aku pun paham tentang hal apa yang kan kita gapai nanti.

Senin, 02 Mei 2016

tentang kemarin

tentang kemarin. yang tak seperti biasanya. tentang keterbukaan anak perempuan dengan ibunya. semakin kesini semakin banyak yang membuat dekat. walau sering masih ada gerutu dalam hatiku. tp nyatanya, cinta ibu tak pernah habis bagi aku. anaknya.

👩 : mba mau nikah?
👧 : ya mau ma tp nanti
👩 : skrg ga ada yg murah. Apalagi jaman kamu. Harus makin pinter bagi-bagi pengeluarannya.
👧 : iya. Masih nanti kok nikahnya
👩 : kalau nanti uang calonmu blm genep untk nutupin keluarga. Kamu jga bantu ya. Kadang suami aja yg kerja blm tentu cukup. Apalagi kebutuhan yg kdg ga bsa diduga.
👧 : iya nanti mba anggit nikahnya. Kalau udh bsa nyicil rmh. Jd kan enak nyari uangnya buat harian aja.
👩 : tinggal sama org tua dulu jga gapapa. Kalau emg blm cukup untk beli rumah sendiri.

 Jd inget kutipan buku dr pipiet senja ; tentang pernikahan : "yang diluar berebut kepingin masuk, sebaliknya yang sudah didalam ada dua alternatif : kalau ga menyerah dan terjebak didalm selamanya, ya berebut untuk keluar"

Rabb, kalau waktu pertemuanku dengannya tlah dekat. satukan kami atas dasar cinta padaMu. agar tak ada celah pada hati masing-masing kami untuk terjebak dalam keadaan menyerah dalam pernikahan ataupun keadaan ingin keluar dari hubungan yang tlah Kau ikatkan. Rabb, andai pertemuanku dengannya memang ada dalam jangka waktu yang dekat. tolong, yakinkan hati kami atas dasar mencintaMu sepenuhnya. agar tak adalagi celah-celah dalam hati kami untuk saling mengejek kurang, namun menutupi segala hal yang sama-sama kami tak miliki.