Senin, 02 Mei 2016

tentang kemarin

tentang kemarin. yang tak seperti biasanya. tentang keterbukaan anak perempuan dengan ibunya. semakin kesini semakin banyak yang membuat dekat. walau sering masih ada gerutu dalam hatiku. tp nyatanya, cinta ibu tak pernah habis bagi aku. anaknya.

👩 : mba mau nikah?
👧 : ya mau ma tp nanti
👩 : skrg ga ada yg murah. Apalagi jaman kamu. Harus makin pinter bagi-bagi pengeluarannya.
👧 : iya. Masih nanti kok nikahnya
👩 : kalau nanti uang calonmu blm genep untk nutupin keluarga. Kamu jga bantu ya. Kadang suami aja yg kerja blm tentu cukup. Apalagi kebutuhan yg kdg ga bsa diduga.
👧 : iya nanti mba anggit nikahnya. Kalau udh bsa nyicil rmh. Jd kan enak nyari uangnya buat harian aja.
👩 : tinggal sama org tua dulu jga gapapa. Kalau emg blm cukup untk beli rumah sendiri.

 Jd inget kutipan buku dr pipiet senja ; tentang pernikahan : "yang diluar berebut kepingin masuk, sebaliknya yang sudah didalam ada dua alternatif : kalau ga menyerah dan terjebak didalm selamanya, ya berebut untuk keluar"

Rabb, kalau waktu pertemuanku dengannya tlah dekat. satukan kami atas dasar cinta padaMu. agar tak ada celah pada hati masing-masing kami untuk terjebak dalam keadaan menyerah dalam pernikahan ataupun keadaan ingin keluar dari hubungan yang tlah Kau ikatkan. Rabb, andai pertemuanku dengannya memang ada dalam jangka waktu yang dekat. tolong, yakinkan hati kami atas dasar mencintaMu sepenuhnya. agar tak adalagi celah-celah dalam hati kami untuk saling mengejek kurang, namun menutupi segala hal yang sama-sama kami tak miliki.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar