Minggu, 26 Juni 2016

27 juni 2016

pada akhirnya aku harus memilih, berjalan maju dan meninggalkanmu.
ada dia yang kini lebih banyak membagi waktunya untukku, aku ingat bagaimana dulu kamu, tertatih untuk memberi waktumu untukku, atau bahkan terpaksa untuk menghubungiku. aku ingat bagaimana saat kita dulu, begitu banyak pintaku padamu, memintamu untuk menghubungiku hampir dikala sibukmu, memintamu untuk selalu mendengar keluhku padahal masih banyak kesibukanmu selain aku, dan kini, aku tlah memilih jalanku. bersama dengan orang baru, sekali waktu aku merasa berat untuk menjalin dengan yang baru, sekali waktu aku mengingatmu, sekali waktu aku bersyukur aku dgn sosok yang baru, andai kau masih mau, mungkin aku jga akan memilih tuk terus denganmu, tp nyatanya aku tak bsa lagi denganmu, kecuali engkau melamarku.

Selasa, 07 Juni 2016

aku ingin memberi, tp tak ingin mendengar, pedih sekali. saat kita memberi sesuai yg kita mampuni. namun dikomentari. tp berat saat ingin mengeluarkan rejeki tp dgn nominal yang tidak kita ikhlasi. aku ingin ikhlas dalam memberi, memberi dlm jumlah yang byk memang tak mudah, padahl aku paham bahwa memberi pinjaman kepadaNya akan kembali berkali-kali lipat saat dikembalikanNya, tp rasanya berat sekali saat dikomentari ini itu. duh mau dipeluk.
gausah cari realisasi git, semampumu. mampumu segitu yasudah, tutup telinga saja.
tp nutup telinganya susah gittttttttttttttttttttt, akkkkkkkk mau nangis aja huhuhu
huhuhuhuuuu belm biasa tahan kuping :(:(
harus bsa git nahan kupingnya, akkkkkkkkkkkk
jd mau dilihat manusia?
atau dilihat pencipta?